Sulawesi Selatan

SPMB 2026 Sulsel Surplus 5.131 Kursi, Daya Tampung Lampaui Jumlah Lulusan SMP

Tim Redaksi
×

SPMB 2026 Sulsel Surplus 5.131 Kursi, Daya Tampung Lampaui Jumlah Lulusan SMP

Sebarkan artikel ini
SPMB 2026 Sulsel Surplus 5.131 Kursi, Daya Tampung Lampaui Jumlah Lulusan SMP
SPMB 2026 Sulsel Surplus 5.131 Kursi, Daya Tampung Lampaui Jumlah Lulusan SMP

MAKASSAR – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan memastikan ketersediaan bangku sekolah jenjang SMA dan SMK pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berada dalam kondisi aman, bahkan mengalami surplus.

Data sementara menunjukkan total daya tampung mencapai 147.744 kursi, lebih tinggi dibandingkan jumlah lulusan SMP yang diproyeksikan sebanyak 142.613 siswa.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

“Artinya, terdapat kelebihan daya tampung sekitar 5.131 kursi,” ujar Muliayama Tanjung, Kamis (23/4/2026).

Secara rinci, kapasitas untuk jenjang SMA disiapkan sebanyak 85.752 kursi, sementara SMK sebanyak 61.692 kursi. Surplus tersebut setara dengan sekitar 143 rombongan belajar (rombel) yang tersebar di berbagai daerah.

Kondisi ini menjadi indikator kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi kebutuhan pendidikan menengah bagi lulusan SMP tahun ini.

Saat ini, tahapan pra-pendaftaran SPMB 2026 tengah berlangsung. Hingga data terakhir, sebanyak 140.012 calon siswa telah membuat akun dalam sistem pendaftaran.

Di wilayah Makassar, jumlah pendaftar tercatat mencapai 22.245 siswa, menunjukkan tingginya minat terhadap sekolah di kawasan perkotaan.

Menariknya, persaingan di Makassar juga melibatkan pendaftar dari luar daerah. Tercatat sekitar 3.354 calon siswa berasal dari luar kota yang turut mengincar kursi sekolah di ibu kota provinsi tersebut.

Selain itu, sistem pendaftaran juga mencatat partisipasi 673 calon siswa berkebutuhan khusus yang telah masuk dalam proses seleksi.

Disdik Sulsel saat ini masih melakukan proses validasi terhadap data yang masuk. Sebanyak 135.129 calon siswa masih menunggu tahap verifikasi akhir oleh tim teknis.

Pemerintah daerah menjadwalkan pembukaan pendaftaran resmi akan dimulai pada Mei 2026, setelah seluruh tahapan administrasi dan validasi data rampung.

Dengan ketersediaan kursi yang melampaui jumlah lulusan, pemerintah optimistis seluruh calon siswa dapat terakomodasi dalam sistem pendidikan menengah, meski distribusi dan preferensi sekolah tetap menjadi faktor penentu dalam proses seleksi. (*)