Berita

Towuti Mulai Pulih, PT Vale Tuntaskan Enam Titik Pemulihan Pascakebocoran Pipa

Tim Redaksi
×

Towuti Mulai Pulih, PT Vale Tuntaskan Enam Titik Pemulihan Pascakebocoran Pipa

Sebarkan artikel ini
PT Vale Tuntaskan Enam Titik Pemulihan Pascakebocoran Pipa
PT Vale Tuntaskan Enam Titik Pemulihan Pascakebocoran Pipa

LUWU TIMUR — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), perusahaan nikel berkelanjutan anggota Grup MIND ID, melaporkan kemajuan signifikan dalam penanganan pascakejadian kebocoran pipa minyak di wilayah Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Dari sebelas titik yang terdampak, enam titik telah dinyatakan tuntas dengan kondisi air yang kembali jernih dan bebas dari sisa minyak secara kasat mata.

Head of External Relation PT Vale, Endra Kusuma, menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan pemantauan rutin di seluruh lokasi sebagai bagian dari komitmen pemulihan yang terukur dan transparan.

“Sejak awal kami memprioritaskan keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan. Seluruh sumber daya kami kerahkan untuk menghentikan aliran minyak dan meminimalkan dampak,” ujar Endra, Rabu (22/10).

Dari sebelas titik penanganan yang dipetakan sejak 23 Agustus 2025, Titik 1, 2, dan 7 telah dinyatakan bersih sepenuhnya.

Sementara Titik 3, 8, dan 9 sudah melalui tahap pembersihan akhir dan kini menunggu hasil uji kualitas air serta tanah dari laboratorium independen terakreditasi.

Kondisi di lapangan juga menunjukkan perbaikan nyata. Aroyos, warga Desa Lioka, mengatakan air di sekitar lokasi kini tampak kembali jernih.

“Tadi sore saya lewat jembatan, airnya sudah bersih sekali. Sekarang masyarakat sudah pakai air itu untuk cuci mobil dan keperluan sehari-hari,” ujarnya.

Penanganan pascakejadian dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, forum koordinasi pimpinan daerah, serta unsur masyarakat.

Setiap langkah lapangan didokumentasikan dan disesuaikan dengan standar keselamatan serta prosedur penanggulangan tumpahan minyak.

PT Vale Tuntaskan Enam Titik Pemulihan Pascakebocoran Pipa

Dari sisi sosial, PT Vale bersama pemerintah dan perwakilan masyarakat telah menyepakati mekanisme penyaluran biaya penanganan dampak.

Proses identifikasi penerima manfaat tengah dilakukan dengan prinsip akurat, adil, dan terdokumentasi, guna memastikan akuntabilitas publik.

Untuk aspek lingkungan, PT Vale bekerja sama dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dalam pemantauan kualitas air dan tanah di titik terdampak.

Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penetapan kriteria tuntas (site closure criteria) sesuai praktik terbaik dan regulasi yang berlaku.

Pada 19 Oktober 2025, PT Vale juga telah memaparkan perkembangan penanganan di hadapan Menteri Lingkungan Hidup dalam rapat evaluasi di Depok. Perusahaan menyampaikan data uji sementara serta rencana kerja lanjutan untuk titik yang masih dalam tahap pemulihan.

“Komitmen dan empati kami terhadap masyarakat serta lingkungan tetap sama sejak hari pertama. Kami memahami keresahan warga dan terus berupaya agar Towuti benar-benar pulih sepenuhnya,” tutup Endra.

PT Vale memastikan bahwa seluruh langkah penanganan dilakukan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan, standar keselamatan, serta prinsip transparansi kepada publik. (*)