Berita

Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Morowali, PT Vale Gelar Pendampingan

Tim Redaksi
×

Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Morowali, PT Vale Gelar Pendampingan

Sebarkan artikel ini
Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Morowali, PT Vale Gelar Pendampingan
Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Morowali, PT Vale Gelar Pendampingan

MOROWALI — Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat primer kini tak lagi berhenti pada pelatihan singkat. Di Morowali, pendekatan yang lebih komprehensif mulai diterapkan untuk mendorong perubahan nyata dalam cara tenaga kesehatan melayani masyarakat.

PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali meluncurkan Service Excellence Improvement Program bagi tenaga kesehatan dan staf Puskesmas Bahomotefe.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya di sektor kesehatan.

Sebagai garda terdepan layanan kesehatan, Puskesmas Bahomotefe memiliki posisi strategis dalam menjamin akses layanan yang cepat, ramah, dan berkualitas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Namun, meningkatnya ekspektasi publik menuntut adanya pembaruan dalam pola layanan, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sikap dan budaya kerja.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, program yang digagas PT Vale ini dirancang berbeda dari pelatihan konvensional.

Selama tiga bulan, peserta tidak hanya mengikuti sesi kelas, tetapi juga mendapatkan pendampingan langsung di lapangan serta evaluasi berkala. Pendekatan ini diarahkan untuk membentuk perubahan perilaku dan pola pikir tenaga kesehatan secara berkelanjutan.

Materi yang diberikan mencakup aspek mendasar dalam pelayanan publik, mulai dari komunikasi efektif dengan pasien, pengelolaan emosi, hingga penguatan empati dan profesionalisme.

Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan sistem layanan yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali, Jumiati, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, menilai program ini memiliki keunggulan dibanding pelatihan serupa yang selama ini berlangsung singkat.

“Biasanya pelatihan hanya berlangsung beberapa hari. Program ini berjalan hingga tiga bulan, sehingga peluang untuk mengubah pola pikir dan budaya pelayanan jauh lebih besar,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas tenaga kesehatan sangat penting karena mereka merupakan ujung tombak pelayanan publik di sektor kesehatan.

Hal senada disampaikan Kepala Puskesmas Bahomotefe, Hartia. Ia menyebut program tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan.

“Pendampingan ini membantu kami meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan, yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, fasilitator pelatihan, Muhlis, menekankan bahwa pelayanan prima bukan sekadar memenuhi standar operasional, melainkan bagaimana tenaga kesehatan mampu memahami kebutuhan pasien secara menyeluruh.

“Kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dibangun dari pengalaman pelayanan yang empatik dan profesional,” jelasnya.

Dari sisi korporasi, Head of External Regional & Growth PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Kesehatan masyarakat berkaitan langsung dengan produktivitas. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Lebih jauh, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan dinilai sebagai investasi sosial jangka panjang.

Program ini tidak hanya meningkatkan mutu layanan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik serta mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.

Inisiatif ini juga selaras dengan target global Sustainable Development Goals, terutama pada aspek kesehatan yang berkualitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan multipihak.

Selain itu, program ini turut mendukung implementasi KEPMEN ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 yang menekankan pentingnya pengelolaan kesehatan dalam industri pertambangan.

Melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan, PT Vale Indonesia berupaya memastikan bahwa peningkatan layanan kesehatan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi menjadi bagian dari transformasi jangka panjang menuju masyarakat Morowali yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. (*)