MAKASSAR — Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Makassar 1, Sulawesi Selatan.
Proses pembayaran pajak dinilai lamban dan terlalu banyak tahapan, membuat warga harus berpindah dari satu loket ke loket lain tanpa efisiensi.
Pantauan di lokasi pada Jumat (31/10/2025), antrean warga tampak menumpuk di area pelayanan pajak kendaraan bermotor di Jalan A.P. Pettarani, Makassar.
Banyak wajib pajak mengaku kecewa dengan sistem yang disebut “ribet” dan tidak ramah bagi masyarakat.
“Sangat berbelit-belit caranya. Kita harus setor berkas dari loket satu ke loket lainnya, padahal loketnya berdampingan. Harusnya bisa langsung dioper antarstaf,” keluh Fadly (32), salah satu wajib pajak yang ditemui jurnalis DNID.co.id di lokasi.
Kurang Fasilitas dan Tidak Ada Nomor Antrean
Selain sistem yang dianggap tidak efisien, warga juga menyoroti fasilitas yang minim. Kursi tunggu terbatas dan tidak adanya sistem antrean otomatis membuat pengunjung harus berdiri lama di depan loket.
“Tidak ada nomor antrean, jadi mau tidak mau kita berdiri dekat loket. Kursi tunggu penuh, panggilan nama pun pakai mic kecil kayak mic karaoke, suaranya tidak jelas,” sambung Fadly.
Situasi ini diperparah oleh sikap oknum pegawai yang dinilai tidak ramah kepada warga.
“Kami datang mau bayar pajak, bukan minta bantuan. Tapi malah diperlakukan dengan nada tinggi,” ujarnya kesal.
Keluhan serupa disampaikan oleh Angkasi (67), warga asal Makassar yang merasa kelelahan karena harus berpindah dari satu loket ke loket lainnya hanya untuk menyelesaikan proses pembayaran.
“Saya sudah tua, tapi masih disuruh bolak-balik antar loket. Padahal jaraknya bersebelahan,” ungkapnya.
Bagi warga lanjut usia, sistem manual semacam ini dianggap menyulitkan dan tidak sejalan dengan semangat pelayanan publik yang cepat dan ramah.
Respons Pihak Samsat
Ketika dikonfirmasi, Kanit Regident Samsat Makassar 1 enggan memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung ke bagian pelayanan.
“Tabe bisaki konfirmasi langsung ke Bu Kasi Pelayanan,” katanya singkat.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Kasi Pelayanan Samsat Makassar 1 belum memberikan tanggapan atas keluhan masyarakat tersebut.
Samsat sebagai garda depan pelayanan pajak kendaraan diharapkan menjadi contoh efisiensi birokrasi.
Namun, keluhan berulang dari masyarakat menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem antrean, alur loket, serta sikap aparatur pelayanan publik.
Modernisasi layanan, termasuk penggunaan sistem antrean digital dan integrasi antar-loket, dinilai mendesak agar pelayanan publik benar-benar mencerminkan prinsip “cepat, mudah, dan transparan”. (*)













