SIDRAP – Upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas pendidikan di Kabupaten Sidenreng Rappang mendapat dorongan baru dengan hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas SPPG Yayasan Mallomo.
Program tersebut resmi diperkenalkan di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Senin (24/11/2025), sebagai ikhtiar memperkuat pemenuhan gizi anak sekolah dan kelompok rentan lainnya.
Peluncuran ini dihadiri sejumlah unsur pemerintah, instansi pendidikan, tenaga kesehatan, aparat kemanan, serta tokoh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sidrap diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Iqbal, yang menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan prioritas nasional Asta Cita Presiden dalam membangun sumber daya manusia unggul.
Perkuat Gizi Siswa hingga Ibu Hamil
Dalam sambutannya, Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa Program MBG bukan sekadar rutinitas pemberian makanan, tetapi merupakan upaya strategis pemerintah dalam memutus rantai persoalan gizi di daerah.
“Program ini menyasar siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Intervensi gizi harus dilakukan sejak dini jika kita ingin memperbaiki kualitas generasi mendatang,” ujarnya.
Iqbal yang juga Ketua Korpri Sidrap meminta agar penyediaan bahan pangan melibatkan masyarakat setempat. Dengan begitu, manfaat program ini tidak hanya menyentuh kesehatan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.
Kolaborasi Ditekankan
Jumlah penerima manfaat di Kecamatan Tellu Limpoe yang mencapai sekitar 6.000 orang menjadi tantangan tersendiri.
Karena itu, Iqbal menekankan pentingnya koordinasi antara SPPG, pihak sekolah, kecamatan, hingga kelurahan.
Ia meminta sekolah bertindak aktif apabila menemukan kendala kualitas makanan.
“Jika ada masalah menu atau kualitas, segera komunikasikan dengan SPPG. Respons cepat diperlukan agar layanan tetap terjaga,” pesannya.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Pemerintah Kabupaten Sidrap telah membentuk satuan tugas khusus yang dipimpin Sekda Andi Rahmat Saleh.
Satgas ini bertugas mengawasi implementasi MBG di semua wilayah dan memastikan tidak ada sasaran yang terlewat.
“Dengan pengawasan berlapis, kita ingin distribusi gizi berlangsung merata dan tepat sasaran. Ini bagian dari komitmen meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Sidenreng Rappang,” tutup Iqbal. (*)


















