Maros

Marak Pencurian di Masjid Maros, GP Ansor Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Tim Redaksi
×

Marak Pencurian di Masjid Maros, GP Ansor Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Celengan Masjid
Ilustrasi Celengan Masjid

MAROS — Aksi pencurian di sejumlah masjid di Kabupaten Maros dalam sebulan terakhir memicu keresahan jamaah. Kasus tersebut dilaporkan terjadi berulang kali di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Bantimurung, dan menimbulkan kekhawatiran akan keamanan rumah ibadah.

Pencurian yang menyasar kotak amal, perlengkapan masjid, hingga barang milik jamaah tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan umat dalam beribadah.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sejumlah jamaah mengaku mulai waswas saat meninggalkan barang pribadi di dalam masjid, sementara musafir yang singgah untuk beristirahat pun merasa tidak aman.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Maros, Abustan, mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap motif dan menangkap pelaku pencurian. Ia menilai maraknya kasus serupa dalam waktu singkat merupakan sinyal serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Masjid adalah tempat ibadah yang seharusnya aman dan memberi rasa tenang. Ketika pencurian terjadi berulang, ini bukan hanya soal kerugian materi, tapi juga menyangkut rasa aman dan kepercayaan jamaah,” ujar Abustan dalam keterangannya, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, langkah penegakan hukum yang tegas diperlukan agar memberikan efek jera sekaligus mengembalikan rasa keadilan bagi jamaah dan pengurus masjid yang terdampak. Selain itu, Abustan juga mendorong kepolisian meningkatkan patroli di sekitar masjid, khususnya pada waktu-waktu rawan.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pembenahan manajemen pengelolaan masjid sebagai langkah pencegahan. Pengurus masjid didorong untuk memperkuat sistem keamanan, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV), pengamanan kotak amal, serta pengawasan terhadap barang-barang berharga.

“Pengelolaan masjid perlu ditata lebih baik, termasuk aspek keamanan dan transparansi. Ini penting agar masjid tetap menjadi ruang ibadah yang nyaman dan ramah bagi siapa pun,” tambahnya.

Abustan juga mengajak jamaah dan masyarakat sekitar untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masjid. Menurutnya, kolaborasi antara pengurus masjid, jamaah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya kasus serupa.

Maraknya pencurian di masjid dalam waktu singkat ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa keamanan tempat ibadah memerlukan perhatian serius.

Selain penegakan hukum, penguatan pengelolaan dan partisipasi masyarakat diharapkan mampu mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat ibadah yang aman, nyaman, dan penuh ketenangan. (*)