MAROS – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) II sebagai forum konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan organisasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Soreang, Sabtu (31/1/2026).
Konferancab II dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Maros, Abustan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa konferensi tingkat PAC merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus merumuskan arah perjuangan organisasi ke depan.
“Konferancab adalah forum tertinggi di tingkat PAC. Di sinilah kader Ansor bermusyawarah secara demokratis untuk menentukan kepemimpinan dan menyusun program yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat,” ujar Abustan.
Ia juga mendorong seluruh kader untuk menjadikan forum tersebut sebagai ruang pembelajaran demokrasi, penguatan ideologi, serta peningkatan kapasitas kepemimpinan.
Pelaksanaan Konferancab II dipimpin oleh Muh. Jusril Ihza Mahendra selaku Ketua Steering Committee. Ia menyampaikan bahwa seluruh tahapan persidangan, mulai dari pembahasan laporan pertanggungjawaban hingga pemilihan ketua, berjalan tertib dan sesuai mekanisme organisasi.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Ini mencerminkan kedewasaan berorganisasi kader Ansor di Kecamatan Lau,” kata Jusril.
Melalui proses musyawarah dan pemilihan, Heriawan terpilih sebagai Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Lau untuk masa khidmat berikutnya. Ia menggantikan kepengurusan sebelumnya dan mendapat mandat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.
Dalam sambutannya, Heriawan menyampaikan komitmennya untuk memperkuat soliditas kader serta meningkatkan peran GP Ansor dalam bidang sosial, keagamaan, dan kebangsaan.
“Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Ke depan, PAC GP Ansor Lau harus semakin solid, aktif, dan hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang nyata dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan kader untuk terus menjaga semangat khidmah, loyalitas organisasi, serta sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
Usai rangkaian Konferancab II, kegiatan dilanjutkan dengan istighasah dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100 Tahun bersama para santri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum.
Doa bersama tersebut menjadi penutup kegiatan sekaligus ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan bagi organisasi, daerah, dan bangsa, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di lingkungan GP Ansor. (*)
















