MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mendorong peningkatan peran perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, saat membuka International Women’s Day Talkshow 2026 di Gedung IMMIM 2, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan yang digagas Forum Perempuan Peduli Makassar (FPPM) tersebut mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Komunitas Bermakna: Sinergi Kepemimpinan dalam Keberagaman.”
Talkshow ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional yang bertujuan memperkuat jaringan dan kepemimpinan perempuan di berbagai bidang.
Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menilai momentum International Women’s Day bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi ruang refleksi terhadap kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat berkaitan dengan kualitas serta keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor strategis, termasuk kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Perempuan yang berdaya adalah mereka yang memiliki akses terhadap sumber daya, mampu mengambil keputusan secara mandiri, serta berperan aktif dalam pembangunan,” kata Aliyah.
Ia menambahkan, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya pada tingkat individu, tetapi harus tumbuh sebagai kekuatan kolektif melalui komunitas.
Menurutnya, komunitas perempuan dapat menjadi ruang strategis untuk membangun kolaborasi sekaligus mendorong berbagai inisiatif sosial di tengah masyarakat.
“Melalui komunitas, perempuan bisa saling menguatkan, membangun ketahanan keluarga, serta menggerakkan kegiatan sosial dan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam konteks kepemimpinan, Aliyah menekankan pentingnya sinergi antara laki-laki dan perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia menilai keberagaman perspektif justru akan melahirkan kebijakan yang lebih inklusif dan humanis.
Selain itu, Aliyah juga menyoroti peran perempuan dalam keluarga, khususnya sebagai ibu yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi masa depan.
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam melindungi anak-anak dari berbagai tantangan zaman, termasuk dampak negatif perkembangan teknologi dan media sosial.
Lebih jauh, ia mendorong perempuan untuk lebih berani mengambil peran dalam kepemimpinan, baik di tingkat komunitas, organisasi, maupun ruang-ruang pengambilan kebijakan.
“Saya berharap semakin banyak perempuan yang tampil dan mengambil peran sebagai pemimpin, tidak hanya di komunitas tetapi juga di berbagai sektor strategis,” ungkapnya.
Aliyah juga mengajak seluruh pihak menjadikan forum diskusi tersebut sebagai awal dari kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, komunitas perempuan, sektor swasta, serta organisasi masyarakat dalam memperkuat pemberdayaan perempuan di Makassar.
Ia berharap sinergi tersebut dapat mendorong terciptanya kota yang ramah perempuan serta memberikan kesempatan yang setara bagi setiap perempuan untuk berkembang.
“Mari bersama-sama mewujudkan Makassar sebagai kota yang menghargai keberagaman dan memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan memimpin di bidangnya masing-masing,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Aliyah Mustika Ilham secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar Ita Isdiana Anwar, Anggota DPRD Sulawesi Selatan Yeni Rahman, Konsul Jenderal Australia Todd Dias, Ketua FPPM Nur Fadjri FL, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof. Dr. Fatmawati Hilal, serta sejumlah tokoh perempuan, akademisi, dan perwakilan komunitas perempuan di Kota Makassar. (*)


























