Internasional

Iran Klaim AS Terima Proposal Damai 10 Poin, Negosiasi Dijadwalkan di Pakistan

Tim Redaksi
×

Iran Klaim AS Terima Proposal Damai 10 Poin, Negosiasi Dijadwalkan di Pakistan

Sebarkan artikel ini
Perang Iran vs Amerika dan Israel
Ilustrasi Perang Iran vs Amerika dan Israel (Foto: CNN)

JAKARTA — Pemerintah Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat secara prinsip telah menerima proposal berisi 10 poin sebagai dasar awal menuju penyelesaian konflik yang tengah berlangsung.

Informasi tersebut disampaikan melalui laporan Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Rabu (8/4/2026), yang mengutip pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Meski demikian, otoritas Iran menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum bersifat final. Proses negosiasi masih akan bergantung pada pembahasan teknis lanjutan serta pemenuhan seluruh syarat yang diajukan Teheran.

“Proposal ini merupakan kerangka awal menuju kesepakatan yang lebih luas,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan melalui media pemerintah.

Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan, Iran juga memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap aman selama proses negosiasi berlangsung, melalui koordinasi dengan kekuatan militernya.

Rangkaian perundingan antara kedua pihak dijadwalkan dimulai pada 10 April 2026 di Islamabad, Pakistan. Negosiasi tahap awal direncanakan berlangsung selama dua pekan dan dapat diperpanjang sesuai perkembangan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pihaknya akan menangguhkan serangan militer terhadap Iran selama dua minggu sebagai bagian dari upaya membuka ruang dialog.

Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut proposal yang diajukan Iran sebagai “dasar yang dapat diterapkan”, meskipun ia menegaskan bahwa penghentian serangan tersebut bersifat sementara dan memiliki prasyarat.

Salah satu syarat utama yang diajukan Washington adalah jaminan keamanan dan keterbukaan penuh jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute energi terpenting dunia.

Berdasarkan laporan IRIB, proposal Iran mencakup 10 poin utama yang menjadi dasar negosiasi, antara lain komitmen non-agresi dari AS, pengakuan atas hak Iran dalam pengayaan uranium, hingga pencabutan seluruh sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan.

Selain itu, Iran juga menuntut penarikan pasukan tempur AS dari kawasan, pembatalan berbagai resolusi internasional terkait Iran, serta kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan akibat konflik.

Tak hanya itu, proposal tersebut juga mencakup penghentian konflik di berbagai front, termasuk yang melibatkan kelompok sekutu Iran di kawasan.

Meski membuka peluang diplomasi, dinamika perundingan diperkirakan tidak akan berjalan mudah mengingat kompleksitas kepentingan kedua negara, termasuk isu nuklir, keamanan kawasan, dan pengaruh geopolitik di Timur Tengah.

Namun demikian, langkah menuju meja perundingan ini dinilai menjadi sinyal awal meredanya ketegangan, setelah periode eskalasi konflik yang memicu kekhawatiran global.

Perkembangan negosiasi dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu arah hubungan kedua negara sekaligus stabilitas kawasan secara lebih luas.

Berikut 10 poin yang diajukan Iran erdasarkan laporan IRIB:

1. AS pada prinsipnya harus berkomitmen untuk menjamin non-agresi

2. Kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz

3. Hak pengayaan uranium Iran harus diterima

4. Pencabutan semua sanksi primer

5. Pencabutan semua sanksi sekunder

6. Pembatalan semua resolusi Dewan Keamanan PBB

7. Pembatalan semua resolusi Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)

8. Pembayaran kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan terhadap Iran

9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan

10. Penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam yang heroik di Lebanon. (*)