JAKARTA — Tindakan militer Israel Defense Forces (IDF) di Jalur Gaza kembali memicu kecaman internasional setelah pemasangan spanduk bertuliskan “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
Aksi yang terjadi pada Senin (20/4/2026) tersebut juga disertai pengibaran bendera Israel di area fasilitas kesehatan yang telah lama tidak beroperasi akibat serangkaian serangan selama konflik berlangsung.
Laporan Middle East Eye menyebutkan, spanduk tersebut memuat frasa bernuansa religius yang diduga merujuk pada teks dalam Taurat, namun juga dikaitkan dengan sandi operasi militer Israel “Rising Lion” yang pernah digunakan dalam eskalasi konflik regional sebelumnya.
Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai bentuk propaganda militer di ruang yang seharusnya dilindungi sebagai fasilitas sipil.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan kecaman keras atas tindakan tersebut. Dalam pernyataan resminya, Kemlu menilai penggunaan simbol militer di atas reruntuhan rumah sakit sebagai tindakan provokatif yang tidak dapat dibenarkan.
“Penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit merupakan tindakan yang sangat provokatif dan melanggar prinsip kemanusiaan,” demikian pernyataan Kemlu.
Indonesia juga menegaskan bahwa fasilitas medis, termasuk rumah sakit, harus dilindungi sesuai ketentuan hukum humaniter internasional dan tidak boleh dijadikan sarana kepentingan militer.
Bagi Indonesia, RS Indonesia di Gaza memiliki makna khusus karena dibangun dari donasi masyarakat sebagai wujud solidaritas kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
“Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia,” lanjut pernyataan itu.
Kemlu RI turut mendesak komunitas internasional untuk memastikan adanya akuntabilitas atas serangan terhadap infrastruktur sipil, khususnya fasilitas kesehatan.
Di sisi lain, dokumentasi pemasangan spanduk tersebut beredar luas di media sosial dan saluran Telegram yang berafiliasi dengan pendukung militer Israel. Dalam beberapa unggahan disebutkan bahwa lokasi tersebut digunakan sebagai bagian dari peringatan hari nasional Israel.
Momentum tersebut dinilai sensitif karena bertepatan dengan peringatan berdirinya negara Israel yang bagi rakyat Palestina berkaitan erat dengan tragedi Nakba.
Sementara itu, kondisi RS Indonesia di Gaza dilaporkan telah lumpuh total setelah mengalami serangkaian serangan sejak 2023. Fasilitas ini sempat kembali beroperasi secara terbatas pada 2024, sebelum akhirnya kembali terdampak konflik dan berhenti berfungsi.
Peristiwa ini kembali menyoroti rapuhnya perlindungan terhadap fasilitas medis di wilayah konflik, sekaligus memperkuat kekhawatiran internasional terhadap meningkatnya pelanggaran hukum humaniter dalam konflik yang masih berlangsung di Gaza. (*)














