LUWU — Bupati Luwu, Patahudding, menegaskan bahwa Tim Penggerak PKK dan Posyandu harus mampu beradaptasi dan mengambil peran lebih besar dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi keluarga saat ini, mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan yang berlangsung di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Hasil Rakernas X TP PKK Tahun 2025 dan Implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 itu menjadi momentum penguatan peran PKK dan Posyandu sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Patahudding menekankan bahwa pengurus yang baru dilantik memikul tanggung jawab besar untuk memastikan program-program pemberdayaan keluarga dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Jalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Laksanakan program kerja dengan tepat sasaran serta maksimalkan pemberdayaan keluarga hingga ke tingkat desa, kelurahan, dan dasa wisma,” ujar Patahudding.
Menurutnya, keberadaan PKK dan Posyandu tidak hanya menjadi pelaksana program rutin, tetapi juga harus mampu menjadi garda terdepan dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Ia menilai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, kader PKK, Posyandu, serta berbagai elemen masyarakat.
Bupati Luwu juga menyoroti pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat, terutama dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
Karena itu, ia mendorong peningkatan kapasitas kader, penguatan koordinasi lintas sektor, serta kolaborasi yang lebih erat antara TP PKK, Tim Pembina Posyandu, perangkat daerah, dan lembaga kemasyarakatan.
“Optimalisasi Posyandu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan yang lebih dekat, mudah diakses, dan tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, mengatakan bahwa tantangan pembangunan keluarga saat ini membutuhkan pengurus yang aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, isu-isu seperti stunting, ketahanan pangan keluarga, kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi rumah tangga harus menjadi perhatian utama seluruh jajaran PKK dan Posyandu.
“Harapan saya, pengurus yang baru dilantik dapat segera membangun koordinasi yang baik dengan seluruh jajaran pengurus, menyusun program kerja yang selaras dengan kebijakan PKK Kabupaten, serta mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sesuai kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing,” ujarnya.
Kurniah juga mengajak seluruh kader PKK dan Posyandu, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan, untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga kekompakan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 16 Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan yang juga menjabat Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan resmi dilantik. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Luwu dan diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan keluarga di wilayah masing-masing.
Turut hadir dalam kegiatan itu para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu, para camat, serta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Luwu.
Dengan kepengurusan baru, pemerintah daerah berharap peran PKK dan Posyandu semakin kuat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Luwu. (*)


























