LUWU — Perlindungan bagi pekerja sektor informal kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Keluarga almarhum Yunus, seorang nelayan asal Kelurahan Bone Pute, Kecamatan Larompong Selatan, menerima santunan kecelakaan kerja senilai total Rp223,5 juta.
Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Luwu, Patahudding, di ruang kerjanya, Rabu (22/4/2026), sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga pekerja yang mengalami musibah.
Yunus diketahui meninggal dunia saat melaut pada 23 Maret 2026. Atas kejadian tersebut, keluarganya berhak menerima santunan kematian serta beasiswa pendidikan bagi anak-anaknya melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Rincian bantuan mencakup santunan kecelakaan kerja sebesar Rp70 juta. Selain itu, dua anak almarhum juga mendapatkan beasiswa pendidikan, masing-masing untuk Muhammad Idris Yunus (kelas 2 SD) sebesar Rp82,5 juta dan Mutiara Yunus (kelas 3 SMP) sebesar Rp71 juta.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palopo, Haryanjas Pasang Kamase, menjelaskan bahwa santunan kecelakaan kerja dapat dicairkan sekaligus, sementara beasiswa diberikan secara bertahap hingga anak menyelesaikan pendidikan.
“Beasiswa ini akan dibayarkan setiap tahun selama anak masih bersekolah. Ini bentuk perlindungan jangka panjang bagi keluarga pekerja,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program tersebut merupakan bagian dari skema jaminan sosial ketenagakerjaan yang didukung oleh pemerintah.
Sementara itu, Bupati Luwu Patahudding mengingatkan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara bijak, terutama untuk kepentingan pendidikan dan masa depan keluarga.
“Santunan dan beasiswa ini sebaiknya tidak digunakan untuk hal konsumtif. Gunakan untuk pendidikan anak atau bisa juga sebagai modal usaha,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, turut disampaikan bahwa sepanjang 2025, pembayaran klaim BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Luwu mencapai 7.376 kasus dengan total nilai lebih dari Rp72,2 miliar.
Kegiatan penyerahan santunan ini turut dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, serta keluarga penerima manfaat.
Penyaluran santunan ini menjadi gambaran nyata pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja, termasuk sektor informal seperti nelayan, dalam menghadapi risiko kerja yang tidak terduga. (*)


























