LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu berharap kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi mampu melahirkan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Luwu, H. Patahudding, saat menerima 55 mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Ruang Lounge Kantor Bupati Luwu, Jumat (3/7/2026).
Dalam arahannya, Patahudding menekankan bahwa makna Kuliah Kerja Nyata harus diwujudkan melalui aksi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lokasi penugasan.
“Namanya Kuliah Kerja Nyata, berarti kerjanya juga harus nyata. Jangan sampai program yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Susun kegiatan yang benar-benar memberi manfaat dan mampu membantu pemerintah desa maupun masyarakat,” tegasnya.
Menurut Patahudding, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan menjadi energi baru yang mampu memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan desa.
Ia juga memperkenalkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Luwu, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Salah satunya adalah komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan melalui pembiayaan BPJS, sehingga masyarakat cukup menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain menjalankan program pengabdian, Bupati mengajak seluruh mahasiswa turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Luwu. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dapat menambah semarak berbagai agenda yang melibatkan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Luwu, Hidayah, menjelaskan bahwa pemerintah daerah sempat mengajukan permohonan penempatan sekitar 500 mahasiswa KKN agar dapat menjangkau seluruh desa di delapan kecamatan. Namun berdasarkan kebijakan Universitas Hasanuddin, Kabupaten Luwu memperoleh alokasi sebanyak 55 mahasiswa.
Selama kurang lebih 45 hari, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian masyarakat di sejumlah kecamatan, antara lain Bajo Barat, Kamanre, Larompong, Larompong Selatan, Suli, Suli Barat, serta beberapa wilayah lainnya yang telah ditetapkan sebagai lokasi KKN.
Hidayah juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Luwu yang tetap meluangkan waktu menerima mahasiswa KKN meski tengah disibukkan dengan berbagai agenda persiapan Hari Jadi Kabupaten Luwu.
Sementara itu, Dosen Pembimbing KKN Universitas Hasanuddin, Awaluddin, mengapresiasi sambutan Pemerintah Kabupaten Luwu terhadap para mahasiswa.
Ia mengatakan hubungan kemitraan antara Universitas Hasanuddin dan Kabupaten Luwu telah terjalin cukup lama. Bahkan, tidak sedikit alumni Unhas yang pernah melaksanakan KKN di Luwu dan kini berkiprah di berbagai bidang.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Kehadiran mahasiswa KKN di Kabupaten Luwu ibarat menghadirkan kampus Universitas Hasanuddin di tengah masyarakat. Semoga semangat dan ide-ide yang dimiliki mahasiswa dapat bersinergi dengan pemerintah desa dalam membantu pembangunan di lokasi penempatan,” ujarnya.
Penerimaan mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin tersebut turut dihadiri para camat dari wilayah penempatan mahasiswa.
Pemerintah Kabupaten Luwu berharap seluruh peserta mampu membangun kemitraan yang baik dengan masyarakat sekaligus meninggalkan program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi desa tempat mereka mengabdi. (*)


























