Makassar

Puluhan Tahun Rusak, Jembatan Kaccia Barombong Kini Dibangun Permanen

Tim Redaksi
×

Puluhan Tahun Rusak, Jembatan Kaccia Barombong Kini Dibangun Permanen

Sebarkan artikel ini
Puluhan Tahun Rusak, Jembatan Kaccia Kini Dibangun

MAKASSAR — Setelah puluhan tahun dalam kondisi lapuk dan hanya bisa dilalui pejalan kaki, Jembatan Kaccia di Kampung Ujung Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, akhirnya dibangun secara permanen oleh Pemerintah Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau langsung pekerjaan jembatan tersebut pada Rabu (19/8/2026). Dalam kunjungan itu, Munafri memastikan pembangunan terus dikebut agar akses warga yang selama ini terbatas segera kembali normal.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jembatan Kaccia menjadi salah satu akses penting bagi warga karena menghubungkan permukiman antar-RW. Selama bertahun-tahun, kondisi jembatan yang rusak membuat mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, menjadi tidak leluasa.

“Pembangunan jembatan penghubung sangat penting untuk membuka isolasi warga yang selama ini kesulitan akses akibat jalan atau sungai yang memutus mobilitas harian,” ujar Munafri.

Pembangunan jembatan tersebut dikerjakan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum menggunakan anggaran APBD Tahun Anggaran 2026.

Progres Mendekati 20 Persen

Munafri menyebut progres pekerjaan Jembatan Kaccia saat ini telah mendekati 20 persen. Dengan perkembangan tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan dapat dituntaskan dalam waktu kurang dari 100 hari.

“Progresnya itu sudah mau menuju 20 persen. Artinya, itu akan selesai dalam perhitungan kurang dari 100 hari. 100 hari lah ya, jembatannya kita,” kata Munafri.

Jembatan Kaccia memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar 2,3 meter. Pekerjaan konstruksi berlangsung sejak 23 Juli dan ditargetkan selesai pada 19 November 2026.

Pemkot memilih konstruksi permanen agar akses tersebut tidak kembali bergantung pada kondisi jembatan lama yang selama ini rawan rusak.

Menurut Munafri, persoalan jembatan tersebut bukan hanya menyangkut akses transportasi. Keberadaannya berkaitan langsung dengan aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga kebutuhan warga sehari-hari.

“Apalagi ada sekolah dekat di sini, aktivitas waktu satu-satunya akses jalan. Sehingga perlu dibenahi jembatan agar bisa dilalui kendaraan, karena selama ini hanya digunakan pejalan kaki. Tidak bisa dilewati kendaraan,” ujarnya.

Anak Sekolah hingga Aktivitas Malam Hari Terdampak

Munafri mengatakan kondisi jembatan sebelumnya telah berlangsung cukup lama dan turut menyulitkan anak-anak serta warga yang harus melintas, terutama pada malam hari.

Salah satu aktivitas yang terdampak adalah anak-anak yang pergi mengaji.

“Kehadiran kami, memastikan bahwa akses yang dimiliki oleh masyarakat itu bisa dilewati kapan saja,” katanya.

“Karena yang parah itu di situ, anak-anak pergi mengaji malam, gelap, lubang-lubang, dan itu sudah puluhan tahun tidak diperbaiki,” sambungnya.

Selain aktivitas mengaji, kondisi jembatan juga berdampak pada mobilitas anak-anak menuju sekolah dan aktivitas warga lainnya.

Munafri mengatakan, pemerintah sebelumnya telah melihat langsung kondisi akses tersebut dan menilai pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Tahun sebelumnya, ini jembatan yang pernah kami datang lihat bahwa akses anak-anak pergi sekolah, aktivitas masyarakat sangat terganggu,” tuturnya.

“Makanya dibuat satu jembatan yang permanen yang tidak akan terganggu lagi dengan keadaan apa, dengan jembatan beton,” lanjut Munafri.

Jalan Menuju Jembatan Ikut Ditata

Selain membangun jembatan, Pemkot Makassar juga mulai menyiapkan penanganan terhadap jalan yang menjadi akses menuju Jembatan Kaccia.

Munafri mengatakan pembangunan jembatan harus diikuti dengan pembenahan infrastruktur pendukung agar konektivitas kawasan tidak terputus di titik lain.

“Tahun ini, kita coba membuat perencanaan bagaimana juga dengan jalannya, karena jalannya sudah cepat rusak juga,” katanya.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian konstruksi. Akses menuju dan dari jembatan juga perlu diperhatikan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Dengan hadirnya Jembatan Kaccia permanen, Pemkot Makassar berharap mobilitas warga Barombong menjadi lebih aman dan lancar. Akses menuju sekolah, tempat ibadah, aktivitas ekonomi, serta pelayanan masyarakat juga diharapkan tidak lagi terganggu oleh kondisi jembatan yang sebelumnya telah lama mengalami kerusakan.

Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar memperkuat konektivitas antarpermukiman dan mengurangi keterisolasian warga akibat keterbatasan infrastruktur dasar. (*)