Nasional

Sarapan Bersama Anies, Tamsil Linrung Bicara Persahabatan dan Demokrasi Produktif

Tim Redaksi
×

Sarapan Bersama Anies, Tamsil Linrung Bicara Persahabatan dan Demokrasi Produktif

Sebarkan artikel ini
Tamsil Linrung dan Anies Baswedan Bertemu, Bahas Kebangsaan Sambil Sarapan Pagi

JAKARTA — Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung bertemu dengan Anies Baswedan dalam agenda sarapan pagi di pendopo kediaman Anies, Senin (12/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam itu menjadi ajang silaturahmi dua sahabat lama yang telah saling mengenal selama lebih dari empat dekade.

Dalam suasana hangat dan santai, keduanya berbincang mengenai pengalaman masa lalu hingga berbagai persoalan kebangsaan yang dihadapi saat ini.

Tamsil menyebut pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk kembali bertukar pikiran setelah masing-masing disibukkan oleh tanggung jawab dan aktivitas berbeda.

“Kalau bertemu sahabat lama, biasanya banyak cerita yang muncul. Tidak terasa sudah empat dekade lebih kami bersahabat. Ada pengalaman masa lalu, ada juga hal-hal yang sedang kita hadapi sekarang. Obrolannya mengalir saja, tidak terasa sudah lama,” ujar Tamsil berdasarkan keterangan yang diterima.

Menurut Tamsil, hubungan persahabatan yang terjalin selama puluhan tahun membuat komunikasi di antara keduanya tetap cair. Perbedaan kesibukan dan tanggung jawab tidak mengurangi keakraban saat mereka kembali bertemu.

“Kami sudah berteman lama sekali. Masing-masing punya kesibukan dan tanggung jawab, tetapi kalau bertemu, diskusi bisa berlarut-larut. Kita bicara yang umum-umum saja tentang kebangsaan,” katanya.

Pertemuan tersebut berlangsung tanpa seremoni khusus. Keduanya menikmati hidangan sarapan sembari berbincang dalam suasana kekeluargaan.

Tamsil juga mengapresiasi sajian yang disiapkan tuan rumah. Baginya, pertemuan sederhana seperti itu justru memberikan ruang yang nyaman untuk mempererat persahabatan dan bertukar pandangan.

“Masakannya enak. Sarapan seperti ini memang paling menyenangkan kalau bisa sambil berbincang dengan sahabat. Tidak perlu acara yang macam-macam, sambil sarapan begini lebih cerah begitu,” tuturnya.

Persahabatan Lama di Tengah Dinamika Politik

Hubungan Tamsil dan Anies tidak hanya terjalin dalam lingkup personal. Keduanya juga pernah berada dalam barisan politik yang sama pada Pemilihan Presiden 2024, ketika Tamsil menjadi bagian dari Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Latar belakang tersebut membuat pertemuan keduanya turut menjadi perhatian di tengah dinamika politik nasional. Namun, Tamsil menegaskan bahwa sarapan bersama Anies kali ini bukan bagian dari manuver atau pembahasan agenda politik tertentu.

Ia justru menyoroti pentingnya mendorong berbagai gagasan yang bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam membangun demokrasi yang produktif.

“Ya, tidak ada. Saya kira banyak hal yang lebih penting untuk kita dorong ke depan. Terutama bagaimana menciptakan demokrasi yang produktif,” ujar Tamsil saat menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan adanya agenda politik di balik pertemuan tersebut.

Demokrasi Produktif Jadi Perhatian

Bagi Tamsil, silaturahmi dan diskusi mengenai kebangsaan tetap memiliki arti penting di tengah kesibukan dan dinamika politik. Pertukaran pandangan dapat berlangsung tanpa harus selalu berujung pada pembentukan agenda atau kesepakatan politik baru.

Pertemuan dengan Anies tersebut, menurut keterangannya, menjadi ruang untuk mengenang perjalanan persahabatan sekaligus membicarakan persoalan yang lebih luas mengenai kehidupan berbangsa.

Tidak ada pengumuman mengenai kesepakatan maupun agenda politik baru dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam itu.

Tamsil menggambarkannya sebagai perjumpaan dua sahabat lama yang memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi dan bertukar pikiran tentang kebangsaan serta masa depan demokrasi Indonesia. (*)