Sulawesi Selatan

Empat Kabupaten di Sulsel Diterjang Banjir, Gubernur Turunkan Tim Tanggap Darurat

Tim Redaksi
×

Empat Kabupaten di Sulsel Diterjang Banjir, Gubernur Turunkan Tim Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini
Bencana banjir melanda wilayah Bantaeng di Sulsel
Bencana banjir melanda wilayah Bantaeng di Sulsel (Foto: detikcom)

MAKASSAR — Bencana banjir kembali melanda empat kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai.

Hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir menyebabkan meluapnya sungai dan jebolnya tanggul di sejumlah titik, memaksa ribuan warga mengungsi.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Merespons situasi tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menginstruksikan langkah cepat tanggap darurat. Ia memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Provinsi Sulsel untuk segera turun ke lokasi terdampak.

“Langkah cepat dan terkoordinasi adalah kunci dalam penanganan bencana. Tim harus hadir langsung di lapangan untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Gubernur Andi Sudirman.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, mengungkapkan bahwa banjir menggenangi permukiman warga, merendam lahan pertanian, dan memutus akses transportasi antar desa. Tim BPBD telah dikerahkan sejak hari pertama untuk melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan logistik.

“Selain evakuasi, kami juga telah mendirikan dapur umum di sejumlah titik pengungsian untuk memenuhi kebutuhan makan warga yang terdampak,” ujar Amson, Sabtu (5/7).

BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan, serta dengan Balai Pompengan untuk penanganan tanggul jebol yang menyebabkan luapan air sungai.

Dalam rangka pemulihan dan pencegahan jangka panjang, BPBD Sulsel telah mulai merancang rencana rekonstruksi tanggul serta peningkatan sistem drainase di wilayah rawan banjir. Evaluasi menyeluruh atas infrastruktur pengendali banjir juga akan dilakukan.

“Kita tidak ingin bencana ini terulang tiap tahun. Kita butuh intervensi struktural yang terencana dan berkelanjutan,” jelas Amson.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abd Malik Faisal, menyebut bahwa bantuan logistik seperti makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan bayi telah disalurkan dari gudang buffer stock di masing-masing kabupaten.

“Stok logistik telah kami siapkan jauh hari. Saat ini sudah mulai disalurkan ke titik-titik terdampak dan akan ditambah sesuai kebutuhan lapangan,” kata Malik.

Pemerintah Provinsi Sulsel mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di sejumlah wilayah.

Masyarakat juga diminta segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat potensi bahaya seperti tanggul retak atau longsor.

Bencana banjir ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan, terutama di daerah pesisir dan bantaran sungai yang rentan terdampak setiap musim hujan. (*)