SELAYAR — Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Kepulauan Selayar tengah bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sebagai langkah penting dalam proses regenerasi kepemimpinan dan konsolidasi kader.
Masa kepengurusan KAHMI Selayar sejatinya telah berakhir sejak 14 Februari 2025, dan dinamika internal semakin mengemuka setelah Ketua Umum periode sebelumnya, Dr. Marjani Sultan, berpulang ke Rahmatullah pada 29 Juli lalu.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah kader KAHMI Selayar menggelar pertemuan awal di Warkop Klasik, kawasan Lapangan Pemuda, Benteng, pada Selasa malam (3/10/2025).
Pertemuan yang berlangsung hingga tengah malam itu dihadiri oleh sejumlah tokoh dan kader KAHMI, antara lain Zubair Nasir, Muh. Arsyad, Fahmi Rahman Gani, Winarsa Surung, Mansyur Sihadji, M. Arsat, dan Suharjo Muna.
Diskusi berjalan hangat dan produktif, membahas pentingnya segera melaksanakan Musda KAHMI Selayar sebagai wadah regenerasi, evaluasi program kerja, sekaligus konsolidasi organisasi agar tetap solid dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Tanpa Musda yang sah, organisasi akan kehilangan legitimasi dan ruang konsolidasi. Karena itu, pembentukan panitia dan penetapan jadwal Musda menjadi prioritas agar kepengurusan baru segera terbentuk,” ujar Zubair Nasir, salah satu anggota Presidium KAHMI Selayar.
Dorong Penguatan SDM dan Kaderisasi
Sejumlah kader yang hadir juga menggulirkan gagasan baru untuk memperkuat peran KAHMI Selayar ke depan, khususnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kaderisasi berkelanjutan.
Program pelatihan kepemimpinan, penguatan literasi keumatan, serta pendampingan teknis bagi alumni yang berkiprah di pemerintahan dan sektor publik menjadi beberapa usulan prioritas.
“Kami ingin KAHMI Selayar benar-benar menjadi pusat pengembangan kapasitas alumni. Melalui kaderisasi yang terstruktur, alumni HMI bisa memberi warna positif dalam kebijakan publik dan pembangunan daerah,” ungkap Fahmiy Rahman Gani, salah satu kader yang aktif dalam forum tersebut.
Kontribusi dalam Pembangunan Daerah
Selain fokus pada penguatan SDM, para kader juga menyoroti pentingnya kontribusi KAHMI dalam bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selayar dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata, yang dapat digarap melalui sinergi antara alumni, masyarakat, dan pemerintah daerah.
“KAHMI harus hadir dengan gagasan taktis dan realistis untuk mendukung kemandirian pangan dan penguatan ekonomi lokal. Semua ini bagian dari pengabdian kita kepada masyarakat, sebagai wujud insan cita yang sejati,” tambah Fahmiy.
KAHMI, yang berdiri sejak 17 September 1966, memiliki struktur organisasi kolegial mulai dari Majelis Nasional (MN), Majelis Wilayah (MW), hingga Majelis Daerah (MD).
Musda KAHMI Selayar kali ini diharapkan menjadi momentum pembaharuan organisasi, bukan hanya sebagai ajang pemilihan pengurus baru, tetapi juga ruang konsolidasi ide dan penguatan jaringan alumni untuk kemajuan daerah.
“Kita ingin Musda ini melahirkan arah baru bagi KAHMI Selayar—lebih solid, lebih produktif, dan lebih berdampak bagi masyarakat,” tutup Zubair. (*)

















