Makassar

Makassar Dipercaya Berbagi Inovasi di Rakernas APEKSI 2026

Tim Redaksi
×

Makassar Dipercaya Berbagi Inovasi di Rakernas APEKSI 2026

Sebarkan artikel ini

Diskominfo dan DLH menjadi narasumber forum nasional. Pemkot mempromosikan Tujuh Sapta Mulia, LONTARA+, UMKM, dan pariwisata melalui Indonesia City Expo.

Kota Makassar Unjuk Inovasi di APEKSI 2026

MEDAN – Pemerintah Kota Makassar mendapat kepercayaan untuk berbagi pengalaman dan inovasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara.

Kepercayaan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai inovasi pelayanan publik dan transformasi digital yang dikembangkan Kota Makassar.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rakernas APEKSI 2026 diikuti 98 pemerintah kota dari seluruh Indonesia dan menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat kolaborasi, bertukar praktik terbaik, serta menyelaraskan program pembangunan daerah dengan agenda prioritas nasional.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, mengatakan Makassar tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga dipercaya menjadi narasumber dalam sejumlah forum tematik yang menjadi bagian dari rangkaian Rakernas.

“APEKSI merupakan ruang yang sangat penting untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik antar pemerintah kota. Alhamdulillah, Kota Makassar mendapat kepercayaan untuk berkontribusi dalam beberapa forum strategis,” kata Roem, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK Kota Makassar hadir langsung mengikuti agenda utama Rakernas bersama para wali kota se-Indonesia untuk membahas penguatan sinergi antardaerah dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Kepercayaan kepada Makassar terlihat melalui keterlibatan sejumlah perangkat daerah sebagai pembicara pada forum sektoral.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman, menjadi narasumber pada Forum Lingkungan Hidup yang membahas berbagai inovasi pengelolaan lingkungan perkotaan.

Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung dipercaya menjadi narasumber pada Forum Komunikasi Digital (KomDigi) yang digelar pada 1–2 Juli 2026.

“Diskominfo Makassar bersama Diskominfo Bandung dipercaya menjadi pembicara pada Forum KomDigi. Ini menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan layanan digital pemerintahan,” ujar Roem.

Selain mengikuti forum diskusi, Pemerintah Kota Makassar juga berpartisipasi dalam Indonesia City Expo (ICE) yang berlangsung pada 1–3 Juli 2026 di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan.

Melalui booth pameran tersebut, Makassar menampilkan berbagai program unggulan yang terangkum dalam konsep Tujuh Sapta Mulia, termasuk layanan digital LONTARA+ (Makassar Super Apps), program Mulia Berjasa, Iuran Sampah Gratis, pengembangan Stadion Untia, program Urban Farming, hingga berbagai inovasi pelayanan publik lainnya.

Booth Makassar juga menghadirkan produk-produk unggulan pelaku UMKM melalui kerja sama dengan Dekranasda Kota Makassar.

Berbagai kerajinan khas daerah, produk ekonomi kreatif, hingga kuliner khas Makassar diperkenalkan kepada peserta Rakernas dan masyarakat Kota Medan sebagai bagian dari promosi potensi ekonomi daerah.

Di sektor pariwisata, Pemerintah Kota Makassar turut mempromosikan berbagai destinasi wisata unggulan dan program pengembangan kota melalui materi visual dan informasi yang disajikan di area pameran.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, delegasi Kota Makassar dijadwalkan mengikuti Karnaval Budaya APEKSI pada 2 Juli 2026 dengan mengenakan pakaian adat Makassar sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Roem berharap keikutsertaan Makassar dalam Rakernas APEKSI tidak hanya memperkuat jejaring kerja sama antarkota, tetapi juga memperluas promosi berbagai potensi daerah di tingkat nasional.

“Kami berharap kehadiran Makassar memberikan kontribusi nyata melalui berbagai inovasi pemerintahan, promosi UMKM, pengembangan pariwisata, hingga pelestarian budaya. Semoga kolaborasi yang terbangun dalam APEKSI mampu mempercepat kemajuan pembangunan kota-kota di Indonesia,” tutupnya. (*)