Berita

Dr St Nusra Azis Berpulang, Dunia Kepemiluan Sulsel Berduka

Tim Redaksi
×

Dr St Nusra Azis Berpulang, Dunia Kepemiluan Sulsel Berduka

Sebarkan artikel ini
Dr St Nusra Azis
Dr St Nusra Azis (Foto: IST)

MAKASSAR — Kabar duka datang dari keluarga besar penyelenggara pemilu di Sulawesi Selatan.

Dr St Nusra Azis, sosok perempuan tangguh yang pernah mengabdi sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, berpulang untuk selamanya pada Minggu pagi, 26 Oktober 2025, pukul 09.30 WITA di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kabar kepergian almarhumah dibenarkan oleh iparnya, Zubir. “Iye, beliau meninggal tadi jam setengah sepuluh pagi,” ujarnya lirih.

Sebelum dirujuk ke RS Wahidin, almarhumah sempat menjalani perawatan di RS KH Hayyung, Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Kemarin baru dibawa dari Selayar ke Makassar, Sabtu sore,” tambahnya.

Jenazah Dr Nusra Azis disemayamkan di rumah duka di Makassar dan rencananya malam ini akan dibawa ke tanah kelahirannya di Selayar untuk dimakamkan esok hari, Senin, 27 Oktober 2025.

Menurut pihak keluarga, almarhumah telah lama berjuang melawan penyakit serius.

“Dokter bilang ada gejala kanker di bagian rahim dan ditemukan cairan di rongga perut,” ungkap Zubir.

Sosok Bersahaja dan Teguh Menjaga Integritas Pemilu

Dr St Nusra Azis dikenal luas sebagai figur bersahaja namun tegas dalam menjaga integritas pemilu di Sulawesi Selatan.

Rekan-rekannya mengenang almarhumah sebagai perempuan yang tidak hanya memperjuangkan demokrasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda—terutama perempuan—untuk berani tampil dan berkiprah di ruang publik.

Perjalanan hidupnya diwarnai pengabdian panjang. Lahir di Ujung, 18 Februari 1977, Nusra menempuh pendidikan di bidang pertanian hingga meraih gelar doktor di Universitas Hasanuddin pada tahun 2017.

Ia memulai karier publiknya sebagai anggota KPU Kabupaten Kepulauan Selayar periode 2003–2008, kemudian dipercaya menjadi anggota KPU Provinsi Sulawesi Selatan hingga 2013.

Selain aktif di dunia kepemiluan, almarhumah juga banyak berkecimpung dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Ia pernah menjadi Direktur Eksekutif FOKUS Pemilu, fasilitator BRIDGE, serta Tenaga Ahli DPR RI.

Dalam organisasi, Dr Nusra Azis dikenal aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI), serta sejumlah paguyuban kemasyarakatan di Selayar dan Makassar.

Perempuan Pengabdi Demokrasi

Dr St Nusra Azis meninggalkan seorang suami, Zulfinas Indra, serta kedua orang tuanya, Abd Azis Munri dan Hj Nadira. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia kepemiluan dan pendidikan politik di Sulawesi Selatan.

Bagi banyak sahabatnya, Nusra bukan hanya penyelenggara pemilu yang berintegritas, tetapi juga simbol keteguhan dan keikhlasan dalam mengabdi untuk negeri.

“Beliau perempuan yang cerdas, rendah hati, dan selalu berjuang menjaga nilai-nilai demokrasi,” ujar salah seorang koleganya di Makassar.

Selamat jalan, Dr Nusra Azis. Pengabdianmu akan selalu dikenang. (*)