MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melantik 15 pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel, Jumat (31/10/2025) di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur.
Pelantikan tersebut menjadi pelantikan pertama di masa kepemimpinan Andi Sudirman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi untuk periode 2025–2029.
Sejumlah pejabat mengalami rotasi dan promosi, termasuk tiga pejabat asal Luwu Raya (Wija To Luwu/WTL) yang kini menempati posisi strategis di pemerintahan provinsi.
Ketiganya adalah Dr. dr. Ishaq Iskandar, Dr. Evi Mustikawati Arifin, dan Andi Ihsan Bassaleng, ST, M.Eng.
Tiga Wija To Luwu di Posisi Strategis
Dalam pelantikan tersebut, Dr. Ishaq Iskandar yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dipercaya sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Jabatan ini menempatkannya sebagai salah satu pejabat utama dalam koordinasi urusan pemerintahan, administrasi wilayah, dan kesejahteraan sosial di tingkat provinsi.
Posisi Ishaq di Dinas Kesehatan kemudian digantikan oleh Dr. Evi Mustikawati Arifin, MARS, yang sebelumnya menjabat Direktur RSUD Haji Makassar.
Dokter Evi menjadi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dengan mandat memperkuat pelayanan publik di bidang kesehatan dan mempercepat transformasi layanan dasar di daerah.
Sementara itu, Andi Ihsan Bassaleng, pejabat muda asal Kota Palopo yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel, kini dilantik sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel.
Jabatan yang diemban Andi Ihsan menempatkannya pada sektor strategis yang menangani infrastruktur jalan dan jembatan—bidang yang selama ini menjadi perhatian utama Pemprov Sulsel dalam pemerataan pembangunan antarwilayah.
Rotasi dan Penguatan Struktur
Gubernur Andi Sudirman dalam sambutannya menegaskan, pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan upaya memperkuat struktur pemerintahan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Penataan birokrasi ini untuk memperkuat sinergi, mempercepat pelayanan, dan memastikan setiap posisi diisi oleh pejabat yang kompeten dan berintegritas,” ujar Andi Sudirman dalam sambutannya.
Ia berharap para pejabat yang dilantik segera beradaptasi di tempat tugas masing-masing dan menunjukkan kinerja nyata di awal masa pemerintahan.
Pelantikan pejabat eselon II ini diharapkan mempercepat realisasi program prioritas Pemprov Sulsel, terutama di bidang infrastruktur, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Dengan penempatan tiga putra daerah asal Luwu Raya pada posisi strategis, representasi wilayah tengah dan utara Sulsel juga semakin kuat dalam struktur birokrasi provinsi.
Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemprov Sulsel dalam membangun pemerintahan yang inklusif dan berimbang lintas wilayah.
Selain ketiga nama tersebut, pelantikan juga mencakup beberapa jabatan penting lain, antara lain posisi kepala dinas teknis, biro, dan asisten pemerintahan di lingkungan Pemprov Sulsel.
Seluruh pejabat yang dilantik diharapkan menandatangani pakta integritas dan segera menyusun rencana kerja 100 hari pertama sesuai arahan gubernur.
Pelantikan pejabat eselon II ini menandai dimulainya era baru birokrasi di Sulsel di bawah duet Andi Sudirman–Fatmawati Rusdi, dengan harapan menghadirkan pemerintahan yang profesional, transparan, dan dekat dengan rakyat. (*)
























