MAKASSAR — Penanganan Jalan Aroepala yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa memasuki tahap pembukaan bertahap setelah konstruksi beton pada ruas strategis tersebut mulai rampung.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memilih konstruksi beton semen atau rigid pavement untuk ruas ini dengan pertimbangan kondisi kawasan yang kerap tergenang saat hujan. Langkah tersebut sekaligus diharapkan mengurangi kebutuhan pemeliharaan jalan yang sebelumnya berulang kali mengalami kerusakan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dua lajur Jalan Aroepala menuju Kabupaten Gowa kini telah dapat dilalui kendaraan. Arus lalu lintas di ruas tersebut pun mulai kembali lancar.
Sementara dari arah sebaliknya menuju Kota Makassar, baru satu lajur yang difungsikan. Lajur lainnya masih ditutup karena konstruksi beton belum mencapai umur yang dipersyaratkan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ihsan mengatakan pembukaan jalan dilakukan secara bertahap untuk menjaga kualitas konstruksi.
“Sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka,” kata Andi Ihsan, Kamis (16/9/2026).
Beton Setebal 40 Sentimeter
Jalan Aroepala yang ditangani melalui program Multi Years Project (MYP) tersebut memiliki konstruksi beton dengan total ketebalan mencapai 40 sentimeter.
Strukturnya terdiri atas lean concrete atau beton dasar setebal 10 sentimeter dan concrete pavement sebagai lapisan beton utama setebal 30 sentimeter.
Ruas yang ditangani memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer dan menjadi bagian dari Paket 1 Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025–2027.
Menurut Andi, beton membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan yang direncanakan. Secara teknis, konstruksi membutuhkan sedikitnya 28 hari untuk mencapai kekuatan standar sebelum menerima beban lalu lintas sesuai desain.
Namun, masa pematangan dapat diperpanjang hingga sekitar 35 hari sebagai faktor keamanan tambahan.
“Kalau dipaksakan buka sebelum waktunya, risiko kerusakan struktur sangat besar,” ujarnya.
Karena itu, meski secara visual sebagian ruas sudah terlihat selesai, kendaraan belum dapat langsung menggunakan seluruh lajur.
Antisipasi Masalah Genangan
Pemilihan konstruksi beton bukan tanpa alasan. Jalan Aroepala berada pada kawasan yang relatif sering mengalami genangan ketika hujan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat lapisan aspal di ruas tersebut berulang kali mengalami kerusakan meski telah mendapatkan perbaikan.
Pemprov Sulsel kemudian memilih konstruksi beton yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi ruas dan kebutuhan umur layanan jalan.
“Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi,” kata Andi.
Pertimbangan tersebut juga berkaitan dengan efisiensi penggunaan anggaran dalam jangka panjang.
“Anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan penggunaan anggaran jangka panjang lebih efisien,” lanjutnya.
Dengan konstruksi tersebut, pemerintah tidak hanya mengejar kelancaran lalu lintas saat ini, tetapi juga berupaya mengurangi frekuensi kerusakan dan pekerjaan pemeliharaan pada masa mendatang.
Drainase dan Trotoar Ikut Ditangani
Pekerjaan Jalan Aroepala tidak hanya mencakup badan jalan. Proyek tersebut juga meliputi pembangunan bahu jalan dan trotoar dengan lebar sekitar 2,5 hingga 3,5 meter.
Sementara sistem drainase dibangun dengan saluran berdiameter sekitar 1,2 meter. Dimensinya disesuaikan dengan elevasi kawasan agar aliran air dapat diarahkan menuju kanal utama.
Aspek drainase menjadi bagian penting karena persoalan genangan merupakan salah satu alasan utama perubahan konstruksi jalan dari aspal menuju beton.
Artinya, keberhasilan penanganan ruas tersebut tidak hanya bergantung pada kekuatan beton, tetapi juga pada efektivitas sistem pengaliran air di sepanjang kawasan.
Dibuka Bertahap
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung.
Menurutnya, pembukaan ruas dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga.
“Kami memohon kesabaran masyarakat karena seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap agar kualitasnya tetap terjaga dan hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.
Dengan sebagian lajur yang mulai dibuka, konektivitas Makassar–Gowa di ruas Aroepala berangsur kembali normal.
Namun, seluruh lajur baru akan difungsikan setelah konstruksi memenuhi persyaratan umur dan kekuatan beton.
Setelah itu, manfaat proyek tidak hanya akan diukur dari kelancaran arus kendaraan, tetapi juga dari seberapa mampu konstruksi baru tersebut bertahan menghadapi karakter kawasan yang selama ini menjadi tantangan utama: genangan dan tingginya kebutuhan pemeliharaan jalan. (*)
























