MAKASSAR — Komunitas pemerhati lingkungan yang tergabung dalam Go Green Plant Network (GPPN) resmi bertransformasi menjadi sebuah yayasan.
Langkah ini diambil untuk memperkuat arah gerakan, memperluas kolaborasi, serta memastikan aktivitas lingkungan yang dijalankan lebih terstruktur dan profesional.
GPPN berawal dari interaksi sederhana di sebuah grup WhatsApp yang mempertemukan para pencinta tanaman dan pegiat urban farming.
Seiring waktu, komunikasi rutin tersebut berkembang menjadi ruang bertukar gagasan dan praktik nyata pelestarian lingkungan di berbagai daerah.
Fajar, perwakilan Dewan Lingkungan GPPN, menjelaskan bahwa komunitas ini dihuni oleh latar belakang yang beragam. Mulai dari pelaku urban farming, dokter, guru, lurah, ibu rumah tangga, penyuluh lingkungan, hingga pelaku usaha seperti pemilik kafe.
“Beragam profesi ini justru menjadi kekuatan. Kami punya kepedulian yang sama terhadap lingkungan, dan merasa perlu wadah yang lebih resmi agar kegiatan bisa berkelanjutan dan berdampak luas,” ujar Fajar, Sabtu (20/12).
Gagasan pembentukan yayasan kemudian mengemuka dalam rapat musyawarah terbatas yang diikuti para anggota.
Dalam forum tersebut, disepakati bahwa bentuk yayasan akan memudahkan GPPN menjalin kemitraan dengan masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah.
Dewan Lingkungan GPPN juga mengusulkan agar Dewan Pembina yayasan diisi figur yang memiliki komitmen kuat terhadap isu lingkungan. Salah satu nama yang diusulkan adalah Melinda, istri Wali Kota Makassar, sebagai bentuk dukungan moral dan penguatan jejaring organisasi.
Saat ini, GPPN telah aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan, seperti pengembangan eco enzyme, pengelolaan ecobrick, daur ulang sampah organik, hingga penyelenggaraan event Jelajah Sampah dan kegiatan sosialisasi lingkungan ke masyarakat.
Ketua Umum Yayasan GPPN, dr. Ririn, menyatakan bahwa transformasi menjadi yayasan merupakan langkah strategis untuk memperluas gerakan hingga ke daerah.
“Ke depan, kami akan melakukan sosialisasi yayasan dan membuka cabang di kabupaten dan kota. Kami berkomitmen mendukung program internal yayasan sekaligus bersinergi dengan program pemerintah,” kata dr. Ririn.
Ia menambahkan, Yayasan GPPN juga menyiapkan sekretariat yang akan difungsikan sebagai pusat konsultasi tanaman pangan dan kegiatan lingkungan, berlokasi di Jalan Pendidikan 3, Makassar.
Dengan perubahan status ini, GPPN berharap dapat menjadi motor penggerak kolaborasi lingkungan yang konsisten, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga bumi dari level paling dekat yakni komunitas. (*)














