Berita

Silaturahmi Ramadan, Perindo Sulsel Perkuat Solidaritas dan Dorong Penguatan UMKM

Tim Redaksi
×

Silaturahmi Ramadan, Perindo Sulsel Perkuat Solidaritas dan Dorong Penguatan UMKM

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sulawesi Selatan menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri pengurus DPW, DPD, organisasi sayap partai, serta keluarga besar Perindo, sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas internal.

Ketua DPW Perindo Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat persatuan di antara kader dan pengurus partai.

“Alhamdulillah, tadi sudah kita adakan buka puasa bersama antara teman-teman di DPW Perindo, DPD Perindo, Pemuda Perindo, serta keluarga besar yang hadir pada sore hari ini,” ujar Abdul Hayat di Kantor DPW Perindo Sulsel, Jl Perintis, Sabtu (7/3).

Menurutnya, momentum Ramadan tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kecerdasan emosional dalam organisasi.

Ia menjelaskan, kekuatan kebersamaan tersebut penting untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk dinamika sosial, ekonomi, hingga situasi global yang berpotensi berdampak pada kondisi nasional.

“Dengan kekuatan kecerdasan emosional yang kita bangun bersama, kita bisa memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan menghadapi berbagai dinamika, termasuk menuju 2029,” jelasnya.

Abdul Hayat menilai gejolak isu nasional maupun internasional, termasuk situasi di kawasan Timur Tengah, dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi ekonomi dan sosial di Indonesia. Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat kemandirian masyarakat.

Salah satu langkah yang dinilai strategis adalah mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di tingkat akar rumput.

“Optimalisasi pembinaan UMKM menjadi penting karena dapat membantu masyarakat mengurangi beban ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan sosial,” katanya.

Lebih lanjut, Abdul Hayat menekankan pentingnya membangun budaya kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, inti dari nilai tersebut adalah kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain.

“Isi dari kesetiakawanan sosial adalah bagaimana kita merasakan apa yang dirasakan orang lain. Jika itu menjadi dasar motivasi, maka keinginan kita untuk berbagi akan semakin besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagi tidak selalu harus dalam bentuk materi. Kepedulian sosial juga bisa diwujudkan melalui berbagi ilmu, perhatian, serta saling menghormati dan membantu sesama.

“Empati tidak harus selalu dengan uang atau barang, tetapi bagaimana kita saling peduli dan saling menghormati,” pungkasnya. (*)