MAKASSAR – Sebagai upaya mitigasi dan pencegahan banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar kembali mempelopori kegiatan pembersihan kanal yang dipenuhi sampah di wilayah Kecamatan Mamajang, Sabtu (06/06).
Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif bersama Kecamatan Mamajang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.
Tumpukan sampah yang menyumbat aliran kanal dinilai berpotensi menghambat arus air, terutama saat curah hujan tinggi.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko genangan hingga banjir di kawasan permukiman warga sekitar.
Merespons hal itu, BPBD Kota Makassar bergerak cepat dengan mengoordinasikan aksi pembersihan kanal sebagai langkah antisipatif untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Personel gabungan dari berbagai unsur diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengangkat sampah serta memastikan aliran air kembali lancar.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sistem mitigasi berbasis lapangan, khususnya pada titik-titik rawan banjir di wilayah perkotaan.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar menegaskan bahwa pembersihan kanal bukan hanya sekadar kegiatan kebersihan lingkungan, tetapi juga bagian penting dari strategi pengurangan risiko bencana.
Menurutnya, sampah yang menumpuk di saluran air dapat menjadi pemicu utama terganggunya sistem drainase kota.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan kanal dan tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat.
Pencegahan bencana, kata dia, tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
BPBD Kota Makassar menegaskan akan terus memperkuat langkah-langkah mitigasi melalui aksi nyata di lapangan secara berkelanjutan, guna mewujudkan Kota Makassar yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi potensi bencana, khususnya pada musim hujan. (*)

















