MAKASSAR — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Abdul Mu’ti, M.Ed mengurai cara kerja AI dalam struktur Alquran. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam seminar nasional, yang digelar Unismuh Makassar di Gedung Balai Sidang Muktamar, Sabtu (2/8/2025).
Prof Abdul Mu’ti menjelaskan, Artificial Intelligence itu sebenarnya adalah penerapan berbagai formula dan logika di dalam matematika, untuk memasuki kemajuan teknologi komputer.
“AI itu berkembang ketika manusia mentransformasikan sistem kerja komputer yang sebesarnya perkembangan yang ada di gara-gara semuanya,” ucap Prof Abdul Mu’ti dalam sambutannya.
“Bagaimana informasi itu ditangkap, disimpan, dan digunakan. Yang itu bergelinding dengan pemahaman manusia mengenai struktur otak,” sambungnya.
Dia menuturkan, ketika komputer mulai ditemukan dan digunakan secara masif dan kemudian seiring dengan waktu berkembang namanya Neurosite atau ilmu tentang otak.
Sehingga kata dia, banyak hal yang bisa dikembangkan oleh manusia dengan formula-formula yang berkaitan dengan sistem seperti komputer itu.
“Neurosite sebagai sebuah budaya ilmu itu sudah dirancang lama di Amerika. Dan Amerika sudah melakukan investasi tentang ilmu otak itu sebagai bagian dari rekayasa untuk memajukan pendidikan,” katanya.
Menurut Prof. Abdul Mu’ti, kalau sistem otak itu mengikuti cara kerja otak. Seiring dengan itulah kemudian populer tulisan-tulisan tentang mind map. “Yang salah satu yang ditulis adalah Tony Budden. Ada tiga jenis buku yang ditulis tentang mind map, atau peta otak itu,” sebutnya.
“Yang disitu dijelaskan bagaimana orang itu belajar, dan bagaimana belajar itu sekali lagi dikembangkan mengikuti cara kerja otak,” bebernya.
Dalam istilah lain, ia menjelaskan, mind map itu juga sering disebut dengan skimata, terutama dalam diskursus psikologi komunitas.
“Yang dalam mind map atau skemata itu, ada satu proses di mana dalam kita mengingat sesuatu, itu ada namanya short term memory dan long term memory. Memori jangka pendek dan memori jangka panjang,” jelasnya.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini mengaitkan cara kerja AI dengan struktur Alquran. “Cara kerja AI itu kalau kita pahami dari struktur Al-Quran dan bagaimana sebuah konsep di dalam Al-Quran itu disebutkan disitu sebenarnya kita menemukan dasar-dasar dari kecerdasan artifisial dan dasar-dasar dari namanya mind map tadi.
“Salah satu siri dari Al-Quran itu dari si strukturnya adalah tema-tema dalam Al-Quran itu tidak disusun secara berurutan. Dan tema-tema itu tidak disusun seperti kita menyusun naskah atau karya ilmiah,” terangnya.
Kata Prof Abdul Mu’ti, setelah dirinya mencoba memahami dari berbagai referensi. Seperti dalam bukunya Fazlur Rahman yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul tema-tema pokok Al-Quran.
“Disitu Rahman menjelaskan bahwa Al-Quran itu tidak disusun dengan urutan yang sistematis. Tetapi Al-Quran itu, kata Fazlur Rahman memiliki hubungan dari mulai Al-Fatihah sampai Al-Nasih itu berhubungan. Dan Al-Quran itu menjelaskan dirinya sendiri,” ungkpnya. (*)


























