MAKASSAR – Panitia OlympicAD VIII memastikan kesiapan pelaksanaan Olimpiade Ahmad Dahlan yang akan resmi dibuka pada Kamis, 12 Februari 2026 di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Hingga sehari jelang pembukaan, tercatat 8.525 peserta dan pendamping dari 36 provinsi di Indonesia telah terdaftar.
Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kampus Unismuh Makassar, Rabu (11/2/2026), yang dihadiri Ketua Steering Committee OlympicAD VIII Prof Baharuddin, Ketua Panitia Lokal Dr Pantja Nur Wahidin, serta Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sulawesi Selatan Prof Erwin Akib.
Prof Baharuddin menjelaskan OlympicAD merupakan agenda dua tahunan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PP Muhammadiyah. Sebelumnya, ajang ini digelar di Bandung, Semarang, dan Lampung.
“Tahun ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya OlympicAD digelar di kawasan Indonesia Timur, dengan Makassar sebagai tuan rumah,” kata Baharuddin.
Menurutnya, penunjukan Makassar didasarkan pada tingginya animo warga Muhammadiyah di Sulawesi Selatan serta kesiapan infrastruktur penyelenggaraan.
OlympicAD VIII mempertandingkan 35 cabang lomba, bertambah satu cabang dibanding pelaksanaan sebelumnya. Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah program massal “Senam Anak Indonesia Hebat”.
Baharuddin menambahkan, waktu pelaksanaan pada Februari juga diselaraskan dengan agenda pembinaan prestasi siswa. OlympicAD menjadi bagian dari proses penjaringan peserta didik Muhammadiyah untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi tingkat nasional, termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN).
“Setelah OlympicAD, siswa terbaik akan masuk tahap pembinaan lanjutan untuk kompetisi tingkat nasional,” ujarnya.
Pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WITA dan direncanakan dibuka langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir bersama jajaran pimpinan pusat.
Berdasarkan data panitia, total 8.525 peserta terdiri dari 4.838 peserta lomba dan 3.687 pendamping. Mereka berasal dari Aceh hingga Papua, dengan estimasi 700–800 sekolah Muhammadiyah turut berpartisipasi.
Prof Erwin Akib menyebut Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1.587 orang, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.
“Antusiasmenya sangat besar. Kami berharap ke depan OlympicAD bisa berkembang menjadi agenda regional rutin di Sulawesi Selatan,” katanya.
Selain lomba, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan pendukung, di antaranya Workshop International Exchange School Muhammadiyah, Workshop Coding dan Kecerdasan Artifisial, serta Workshop Peluang Kerja Luar Negeri bagi siswa SMK. Lebih dari 7.000 peserta dijadwalkan mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat pada rangkaian kegiatan pagi.
Ketua Panitia Lokal Dr Pantja Nur Wahidin menyatakan kesiapan teknis penyelenggaraan telah mencapai 80–90 persen, mencakup arena lomba, seremoni pembukaan, hingga kegiatan seminar dan workshop.
“Kami ingin OlympicAD menjadi inspirasi bagi siswa Muhammadiyah, khususnya di Indonesia Timur, untuk berprestasi dan percaya diri di level nasional,” ujarnya.
Panitia menyiapkan penginapan berbasis amal usaha Muhammadiyah dan sekolah sekitar kampus, meski sebagian peserta memilih akomodasi mandiri. Tingginya jumlah kedatangan membuat sejumlah hotel di sekitar lokasi kegiatan dilaporkan telah penuh.
Lonjakan peserta dan pendamping juga diperkirakan berdampak pada perputaran ekonomi lokal, terutama sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner di Kota Makassar.
OlympicAD VIII akan berlangsung hingga 14 Februari 2026 dan ditutup dengan pengumuman pemenang dari seluruh cabang lomba. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Jawa Tengah keluar sebagai juara umum. (*)


























