MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya memperkuat integritas dan transparansi dalam pengelolaan program gizi.
Hal ini disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, saat menghadiri Sosialisasi Anti Korupsi dan Bimbingan Teknis Akuntabilitas Keuangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Hotel Claro Makassar, Sabtu (22/11/2025).
Kegiatan yang diikuti ribuan anggota SPPG dari berbagai daerah di Sulsel tersebut menjadi momentum penguatan tata kelola program gizi agar lebih profesional, akuntabel, dan memastikan manfaatnya tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya integritas dalam setiap lini pelayanan publik.
Menurutnya, peningkatan kualitas pemenuhan gizi masyarakat merupakan salah satu prioritas pemerintah yang selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Kami berharap program Asta Cita dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait pemenuhan gizi masyarakat, dapat dikelola dengan profesional dan bebas dari praktik koruptif,” ujar Andi Sudirman.
Gubernur menambahkan bahwa pengelolaan anggaran program gizi harus berjalan secara tepat sasaran untuk memastikan dampak langsung dirasakan masyarakat, terutama anak usia sekolah yang menjadi kelompok prioritas.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi lebih erat antara Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah guna memperkuat sistem pengelolaan dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
“Dengan sistem yang lebih kuat dan SDM yang terlatih, pelayanan gizi dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi SPPG untuk mengimplementasikan tata kelola yang lebih baik, transparan, dan sesuai standar akuntabilitas nasional. (*)


























