MAKASSAR — Meski diguyur hujan, antusiasme warga Kecamatan Rappocini tetap tinggi mengikuti kegiatan Jelajah Sampah yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Rabu (10/12).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Wijaya Kusuma, Banta-Bantaeng ini berjalan lancar dan berhasil mengumpulkan 107 kilogram sampah hasil pemilahan.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, H. Andi Yassir, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para petugas kebersihan di Kecamatan Rappocini.
Ia menyebut bahwa volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saat ini mencapai 1.000 hingga 1.200 ton per hari, sehingga diperlukan gerakan kolaboratif untuk mengurangi sampah dari sumbernya.
“Kita ingin pada tahun 2029 Makassar bebas sampah. Karena itu, pengurangan sampah dari sumbernya harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.
Ia juga meminta para lurah di Kecamatan Rappocini mulai 2026 mewajibkan RT untuk menggerakkan warga melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah.
Kepala DLH Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, menjelaskan bahwa kegiatan Jelajah Sampah tahun ini merupakan rangkaian agenda yang ke-14.
Puncak kegiatan akan digelar pada Hari Daur Ulang Bumi, 12–14 Desember, di Gedung Manunggal, dengan menghadirkan seluruh peserta dari berbagai kecamatan.
“Puncaknya akan ditutup dengan kegiatan daur ulang bersama,” ujarnya.
Selain pemilahan sampah, kegiatan juga menghadirkan talkshow tentang penguatan Bank Sampah sebagai pelopor pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Materi dibawakan oleh Kabid Persampahan DLH Makassar, Dr. Bau Asseng, serta Dewan Lingkungan dari Unhas, Cawi, yang merupakan alumni Fakultas Pertanian.
Peserta juga diperkenalkan pada pembuatan Eco Enzyme menggunakan limbah kulit buah yang difermentasi. Produk Eco Enzyme ini dapat digunakan sebagai pembersih rumah hingga pengganti obat kulit alami.
Kegiatan Jelajah Sampah menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. (*)
















