Berita

Jelajah Sampah Dorong Warga Kepulauan Sangkarrang Tingkatkan Kesadaran Pilah Sampah

Tim Redaksi
×

Jelajah Sampah Dorong Warga Kepulauan Sangkarrang Tingkatkan Kesadaran Pilah Sampah

Sebarkan artikel ini
Jelajah Sampah Dorong Warga Kepulauan Sangkarrang Tingkatkan Kesadaran Pilah Sampah (Foto: IST)
Jelajah Sampah Dorong Warga Kepulauan Sangkarrang Tingkatkan Kesadaran Pilah Sampah (Foto: IST)

MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menggelar kegiatan Jelajah Sampah di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kamis (4/12).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat pulau terhadap pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Kepala DLH Kota Makassar, Dr. Helmi Budiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dilaksanakan setelah rangkaian pemilihan RT/RW agar masyarakat dapat mengikuti sosialisasi dengan suasana lebih santai.

“Setelah kemarin masyarakat fokus pada pemilihan RT/RW, hari ini kita ajak lebih rileks sambil belajar mengelola sampah. Mulai dari pembuatan eco brick, eco enzyme, sampai pelatihan daur ulang plastik dan kertas,” ujar Helmi.

Menurutnya, Jelajah Sampah bukan hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga wadah untuk membangun kebiasaan baru di masyarakat terkait pengelolaan lingkungan.

DLH juga memberikan apresiasi kepada warga Barrang Lompo yang selama ini dinilai aktif dan peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan turut diisi dengan sesi talk show menghadirkan Nelly dari Dewan Lingkungan serta Dr. Herdi dari Bidang Persampahan DLH Makassar.

Para narasumber membahas strategi pengurangan sampah dari sumbernya, pengembangan produk daur ulang, serta pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan pulau.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan, bahkan Camat Kepulauan Sangkarrang turut bernyanyi bersama masyarakat sebagai bentuk dukungan dan kedekatan dengan warga.

Kegiatan edukasi lingkungan seperti ini diharapkan mampu memperkuat gerakan sadar sampah di wilayah kepulauan, yang selama ini menghadapi tantangan besar terkait pengelolaan sampah karena keterbatasan lahan dan akses transportasi. (*)