Sidrap

Bupati Sidrap Pimpin Pelepasan Jenazah Mantan Sekda dan Pj Bupati Basra

Tim Redaksi
×

Bupati Sidrap Pimpin Pelepasan Jenazah Mantan Sekda dan Pj Bupati Basra

Sebarkan artikel ini
Syaharuddin Alrif Pimpin Pelepasan Jenazah Mantan Penjabat Bupati Sidrap

SIDRAP — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif memimpin upacara pelepasan jenazah almarhum Dr. H. Basra, S.Kep., M.Kes., dari rumah duka di Kecamatan Kulo, Sabtu (26/9/2026).

Basra merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidenreng Rappang sekaligus pernah dipercaya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Sidrap.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.00 Wita, Sabtu pagi. Kabar duka tersebut menyelimuti keluarga, jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap, serta masyarakat yang mengenal sosok almarhum selama menjalankan tugas pemerintahan.

Prosesi pelepasan jenazah diikuti pihak keluarga, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat. Setelah upacara selesai, jenazah kemudian diantarkan menuju tempat pemakaman untuk dimakamkan.

BACA JUGA:  Terendah di Sulawesi Selatan, Kemiskinan Ekstrem Sidrap Turun Jadi 0,94 Persen

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya almarhum. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidrap, ia mengenang jasa dan pengabdian Basra selama menjalankan tugas di lingkungan pemerintahan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya almarhum Dr. H. Basra. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, pengabdian almarhum dalam pemerintahan daerah merupakan bagian dari perjalanan pembangunan Kabupaten Sidrap yang patut dikenang.

Kepergian Basra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat Sidrap.

BACA JUGA:  Bupati Sidrap Pimpin Patroli Skala Besar, Pastikan Natal dan Tahun Baru Aman

Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap dedikasi serta pengabdian almarhum selama menjalankan amanah pemerintahan menjadi amal kebaikan dan terus dikenang oleh masyarakat. (*)