MAKASSAR — Ratusan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sulawesi Selatan mempertanyakan pencairan insentif yang hingga sebulan setelah kegiatan belum juga mereka terima.
Bimtek tersebut digelar pada 30 Oktober 2025 di Aula Multimedia DPK Sulsel dan diikuti lebih dari seratus peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga penulis.
Salah satu syarat keikutsertaan dalam kegiatan tersebut adalah pembuatan artikel oleh peserta.
Sejumlah peserta mengaku heran karena hingga memasuki pertengahan Desember, insentif yang dijanjikan panitia belum direalisasikan. Seorang mahasiswa peserta Bimtek menyebut keterlambatan tersebut memicu pertanyaan dan kekecewaan di kalangan peserta.
“Sudah lebih sebulan berlalu, tapi insentif belum juga dibayarkan. Padahal biasanya, setelah kegiatan selesai, insentif langsung diberikan,” ujar mahasiswa tersebut.
Ia juga menilai proses pencairan terkesan berbelit-belit karena panitia kembali meminta nomor rekening peserta, meski data tersebut sebelumnya telah dikumpulkan.
“Panitia meminta nomor rekening satu per satu. Ini jadi terasa berlarut-larut,” katanya.
Peserta lainnya mengaku mulai merasa khawatir karena tidak adanya penjelasan resmi dari panitia terkait keterlambatan pencairan dana tersebut.
“Kami mulai curiga jangan sampai tidak dibayar, apalagi ini sudah bulan Desember,” ujar salah seorang peserta.
Keluhan peserta juga diperparah dengan sulitnya mengakses panitia. Sejumlah peserta mengaku tidak bisa lagi mengonfirmasi melalui grup WhatsApp karena akses komunikasi telah terblokir.
“Kami akhirnya mengadukan ini ke media supaya hak peserta Bimtek bisa segera dibayarkan,” ungkap peserta lainnya.
Di sisi lain, beberapa peserta mengaku telah menerima informasi bahwa insentif akan segera dicairkan. Muhammad Amir Jaya, peserta Bimtek sekaligus Presiden Forum Sastra Indonesia Timur (FOSAIT), menyebut panitia telah menyampaikan bahwa pembayaran akan dilakukan, meski tanpa kepastian waktu.
Sementara itu, peserta lainnya, Pasanjak Mangkasarak (Syahrir Rani Dg Nassa), menyatakan hingga Rabu (17/12/2025) belum menerima insentif ke rekeningnya.
Hal senada disampaikan cerpenis Anwar Nasyaruddin, yang mengaku mendapat informasi bahwa pencairan akan segera dilakukan.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua Panitia Bimtek, Syamsuddin, menyatakan bahwa proses pencairan insentif telah mulai berjalan pada Rabu, 17 Desember 2025.
“Hari ini prosesnya berjalan. Pembayaran dilakukan langsung ke rekening masing-masing peserta,” kata Syamsuddin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Terkait permintaan testimoni peserta melalui tautan daring, Syamsuddin menegaskan bahwa hal tersebut tidak bersifat wajib. “Itu tidak wajib,” ujarnya singkat.
Adapun nilai insentif yang diberikan kepada setiap peserta Bimtek, lanjut Syamsuddin, sebesar Rp150 ribu dan ditransfer langsung ke rekening peserta tanpa potongan pajak.
“Nilainya Rp150 ribu, ditransfer langsung ke rekening masing-masing peserta,” tutupnya. (*)















