Sulawesi Selatan

Peringati Hari Bumi 2026, DWP Sulsel Tanam Bibit Produktif di Ekowisata Bisoloro

Tim Redaksi
×

Peringati Hari Bumi 2026, DWP Sulsel Tanam Bibit Produktif di Ekowisata Bisoloro

Sebarkan artikel ini
Hari Bumi 2026, DWP Sulsel Tanam Bibit Unggul Bernilai Ekonomi di Gowa

GOWA — Momentum peringatan Hari Bumi Internasional 2026 dimanfaatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat gerakan penghijauan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan.

Bersama DWP Unit Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel, organisasi tersebut menggelar aksi penanaman pohon di Kawasan Ekowisata Bisoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Kamis (7/5/2026).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kegiatan yang mengusung tema global “Our Power, Our Planet” itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Gerakan Revolusi Hijau.

Berbeda dari aksi penghijauan seremonial semata, penanaman pohon kali ini diarahkan pada pengembangan tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Bibit yang ditanam dan dibagikan meliputi durian musang king, alpukat miki, jeruk keprok Selayar, hingga petai gobang. Tanaman tersebut dipilih karena dinilai memiliki prospek jangka panjang sekaligus mendukung konservasi lingkungan.

Selain melakukan penanaman, DWP Sulsel bersama DLHK juga menyerahkan bibit gratis kepada anggota Dharma Wanita serta kelompok tani hutan di Kecamatan Bungaya.

Penyerahan bibit secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel, Andi Kasman.

Ketua DWP Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Melani Simon Jufri Rahman, mengatakan Dharma Wanita memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendukung program-program pembangunan pemerintah daerah, termasuk dalam isu pelestarian lingkungan.

“Sebagai istri pegawai, Dharma Wanita memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah. Salah satunya adalah menyukseskan program prioritas Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, yaitu Gerakan Revolusi Hijau,” ujarnya.

Menurut Melani, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun sebagai gerakan bersama agar memberi dampak berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala DLHK Sulsel Andi Kasman menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam mempercepat rehabilitasi hutan dan lahan di Sulawesi Selatan.

Ia menegaskan, penghijauan tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga ekosistem, tetapi juga dapat menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan tanaman produktif.

“Kawasan ekowisata seperti Bisoloro memiliki fungsi strategis, baik dalam menjaga keseimbangan lingkungan maupun sebagai ruang edukasi bagi masyarakat,” katanya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala KPH Jeneberang, Khalid Ibnul Wahab. Ia menyebut keterlibatan DWP Sulsel memberikan semangat baru bagi masyarakat sekitar untuk terus menjaga kawasan hutan.

“Kami sangat berterima kasih atas aksi nyata ini. Kehadiran DWP Sulsel di wilayah kerja KPH Jeneberang memberikan motivasi bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian hutan,” ucap Khalid.

Kegiatan penghijauan itu turut dihadiri jajaran pengurus DWP Sulsel, pengurus DWP Unit DLHK Sulsel, serta sejumlah kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), di antaranya Kepala KPH Bialo Yasir Yunus, Kepala KPH Tangka Baharuddin, dan Kepala KPH Larona Pasi Nikmad Ali.

Melalui kegiatan tersebut, DWP Sulsel berharap peringatan Hari Bumi tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (*)