JAKARTA – Suasana Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan, Jakarta Selatan, mendadak menjadi pusat perhatian publik pada Rabu (3/6/2026) malam.
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, terlihat mendatangi gedung lembaga antirasuah tersebut di tengah menguatnya sorotan atas rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan keimigrasian.
Silmy tiba sekitar pukul 22.38 WIB dengan pengawalan sejumlah ajudan. Kehadirannya langsung menyedot perhatian awak media yang sejak sore telah bersiaga di sekitar lokasi menunggu perkembangan lanjutan dari proses penyelidikan yang tengah dilakukan KPK.
Ketegangan di Area Lobi KPK
Momen kedatangan pejabat negara tersebut berlangsung dalam situasi yang cukup riuh. Akses menuju lobi sempat dipadati jurnalis yang berupaya meminta keterangan langsung, namun dihalangi oleh barisan pengawal yang mendampingi Silmy.
Situasi itu memicu dorongan di antara petugas pengamanan dan awak media yang ingin mengambil gambar lebih dekat. Meski sempat terjadi ketegangan singkat, kondisi kemudian kembali terkendali tanpa insiden berkepanjangan.
Silmy sendiri tidak memberikan pernyataan kepada media. Ia langsung menuju meja registrasi untuk mengisi daftar hadir sebelum melanjutkan langkah ke ruang pemeriksaan di dalam gedung KPK.
Beriringan dengan Perkembangan OTT Imigrasi
Kehadiran Silmy ke Gedung Merah Putih terjadi beberapa jam setelah KPK menyampaikan perkembangan terbaru terkait rangkaian OTT yang dilakukan sejak awal pekan. Operasi tersebut menyasar sejumlah pejabat di lingkungan kantor imigrasi di berbagai daerah.
Dalam pernyataannya, KPK sebelumnya juga menekankan pentingnya sikap kooperatif dari pihak-pihak yang terkait dalam proses penyidikan agar penanganan perkara dapat berjalan lebih terbuka dan efektif.
Meski belum ada keterangan resmi terkait status pemeriksaan Silmy, perkembangan kasus ini mengarah pada dugaan praktik penyimpangan dalam layanan dan pengurusan izin keimigrasian bagi warga negara asing (WNA).
Fokus penyelidikan disebut berkaitan dengan proses penerbitan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang diduga tidak sesuai prosedur.
Namun hingga kini, KPK belum merinci lebih jauh konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang didalami.
Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap Silmy Karim masih berlangsung di Gedung Merah Putih KPK. Belum ada keterangan resmi baik dari pihak KPK maupun dari pihak Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait materi pemeriksaan malam tersebut. (*)














