YOGYAKARTA – Sekitar 5.000 orang memadati Lapangan Brahma, Kompleks Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (6/9/2025) malam.
Mereka hadir dalam ajang spektakuler “Gala Dinner Temu Nasional (Tenas) IV Ikatan Alumni SMAN 1 (IKA SMANSA) Makassar” yang kali ini mengusung tema “Love, Care and Friendship.”
Dari jumlah tersebut, tercatat 4.000-an alumni lintas angkatan dan sejumlah guru SMANSA Makassar turut ambil bagian.
Selebihnya adalah anggota keluarga, karena banyak alumni yang datang bersama pasangan maupun anak-anak mereka dari berbagai kota di Indonesia.
Menurut laporan Ketua Panitia Tenas IV, Phala Munafra Hafied, reuni akbar empat tahunan ini diikuti alumni dari 42 angkatan, mulai lulusan 1963 hingga 2024.

Dari daftar kehadiran, angkatan 1982 menjadi peserta terbanyak dengan 264 orang, sehingga diganjar apresiasi berupa hadiah uang tunai jutaan rupiah dari panitia.
Suasana kebersamaan makin terasa saat para alumni menikmati santap malam bersama, ditemani alunan musik dari band alumni dan penyanyi tamu, termasuk artis ibukota Tri Suaka.
Tak hanya itu, tamu juga disuguhkan tarian tradisional Yogyakarta serta doa lintas agama yang dipimpin pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, meneguhkan semangat persaudaraan dalam keberagaman.
Meski berhalangan hadir langsung, Ketua Umum IKA SMANSA Makassar, Andi Ina Kartika Sari, tetap menyampaikan sambutannya secara daring.
Mantan Ketua DPRD Sulsel yang kini menjabat Bupati Barru itu menyampaikan permohonan maaf sekaligus harapan agar momentum reuni ini semakin mempererat tali silaturahmi.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya tidak dapat bergabung bersama teman-teman, kakak-kakak, dan adik-adik alumni SMANSA Makassar. Meski begitu, hati saya ada bersama kalian semua di Candi Prambanan dalam bergembira dan bernostalgia mengenang masa-masa indah saat masih di bangku sekolah,” ujarnya.
Tenas IV IKA SMANSA Makassar ini menjadi catatan bersejarah, bukan hanya karena jumlah kehadiran yang membludak, tetapi juga karena mampu menghadirkan suasana penuh kekeluargaan di tengah kemegahan warisan budaya Candi Prambanan. (*)
















