Berita

Muda Bergerak Ajak Pemuda dan Pemerintah Bersinergi Atasi Tawuran dan Begal di Makassar

Tim Redaksi
×

Muda Bergerak Ajak Pemuda dan Pemerintah Bersinergi Atasi Tawuran dan Begal di Makassar

Sebarkan artikel ini
Muda Bergerak Ajak Pemuda dan Pemerintah Bersinergi Atasi Tawuran dan Begal di Makassar
Muda Bergerak Ajak Pemuda dan Pemerintah Bersinergi Atasi Tawuran dan Begal di Makassar

MAKASSAR – Maraknya aksi tawuran dan begal yang terjadi di beberapa wilayah Kota Makassar akhir-akhir ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Fenomena ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga mencerminkan adanya krisis ruang ekspresi dan kegiatan positif bagi anak muda.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua DPW Muda Bergerak Sulawesi Selatan, Muh. Alief, menilai bahwa masalah sosial tersebut tidak bisa hanya diselesaikan dengan pendekatan hukum semata, melainkan juga melalui pembinaan, pemberdayaan, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami mengajak seluruh elemen, baik pemerintah kota, kepolisian, hingga komunitas lokal, untuk bersama-sama menciptakan program positif yang bisa menyalurkan energi dan kreativitas anak muda. Karena mereka bukan musuh, tapi aset bangsa yang perlu diarahkan dengan cara yang tepat,” ujar Muh. Alief, Kamis (15/10).

Melalui inisiatif ini, Muda Bergerak berkomitmen menjadi jembatan antara pemuda dan pemerintah dalam menciptakan kegiatan seperti dialog publik, pelatihan kepemudaan, serta program kampung damai di kawasan rawan konflik.

Ke depan, Muda Bergerak Sulawesi Selatan juga akan melakukan audiensi kepada seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari Pemerintah Kota Makassar, para lurah dan camat, bahkan hingga tingkat RT.

Langkah ini bertujuan agar rencana program pembinaan pemuda dapat direalisasikan dan mendapatkan perhatian penuh dari Pemkot.

“Kami ingin gerakan ini konkret. Dengan komunikasi langsung ke seluruh level pemerintahan, kami berharap program-program pembinaan dan ruang ekspresi anak muda bisa benar-benar berjalan, bukan hanya wacana,” tegas Muh. Alief.

Lebih lanjut, Muh. Alief menyoroti bahwa Pemkot Makassar saat ini memiliki Makassar Creative Hub, yang diklaim sebagai ruang untuk pengembangan kreativitas pemuda.

Namun, ia menilai program tersebut belum sepenuhnya menjangkau kalangan muda secara luas, terutama mereka yang berada di lingkungan rawan konflik sosial.

“Kami tahu ada Makassar Creative Hub, tapi kami menantang Pemkot untuk tidak berhenti di level program simbolik. Pemerintah harus berani turun langsung merangkul anak muda yang selama ini terseret dalam tawuran dan geng motor, lalu mengajak mereka ikut dalam kegiatan kepemudaan yang positif,” ujarnya.

Menurutnya, bila pemerintah benar-benar hadir dan bersinergi dengan komunitas serta organisasi pemuda, maka angka kriminalitas di kalangan remaja bisa ditekan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif.

“Dengan cara itu, kami yakin tingkat kriminal di Kota Makassar dapat menurun, dan anak muda akan punya arah baru yang lebih produktif,” tutup Muh. Alief.

Muda Bergerak berharap langkah ini menjadi momentum lahirnya kolaborasi nyata antara pemerintah dan pemuda untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman, kreatif, dan berdaya di Kota Makassar. (*)