MAKASSAR — Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menggelar Rapat Kerja (Raker) selama dua hari, 17–18 Oktober 2025, di Unhas Hotel & Convention.
Kegiatan yang diikuti seluruh dosen Departemen Ilmu Gizi ini bertujuan memperkuat arah pengembangan departemen, meningkatkan kualitas penelitian, serta mengoptimalkan manajemen sumber daya akademik.
Raker dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya, dan Keuangan FKM Unhas, Prof. Dr. Atjo Wahyu, SKM., M.Kes.
Dalam sambutannya, Prof. Atjo menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan strategi departemen dengan visi besar fakultas menuju keunggulan riset dan inovasi di bidang kesehatan masyarakat.
“Departemen Ilmu Gizi memiliki potensi besar dalam pendidikan dan penelitian. Melalui raker ini, kita berharap lahir langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, dan reputasi akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Atjo.
Sementara itu, Ketua Departemen Ilmu Gizi, Andi Imam Arundhana Thahir, S.Gz., M.P.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antar-dosen dan penguatan kapasitas akademik.
Menurutnya, rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum refleksi untuk menyusun rencana strategis yang berorientasi pada mutu dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin memastikan setiap program kerja memiliki arah jelas dan memberi manfaat langsung. Raker ini adalah ruang untuk menyatukan visi, memperkuat tim, dan meneguhkan komitmen bersama,” kata Andi Imam.
Salah satu agenda utama raker adalah penyusunan roadmap penelitian dan penguatan Thematic Research Group (TRG).
Departemen menghadirkan Prof. Ir. Andi Dirpan, STP., M.Si., Ph.D., sebagai narasumber yang memaparkan strategi penguatan riset kolaboratif dan peningkatan publikasi ilmiah internasional.
Selain itu, dibahas pula upaya peningkatan kualitas Jurnal Departemen Gizi agar dapat naik ke akreditasi Sinta 1 dan menuju indeksasi Scopus, sejalan dengan target penguatan reputasi ilmiah FKM Unhas.
Dalam forum ini juga dibahas pengusulan Laboratorium Antropometri menjadi Unit Laboratorium Mandiri, yang diharapkan mampu memperluas perannya sebagai pusat pembelajaran dan penelitian mahasiswa serta dosen.
Rapat kerja berlangsung dinamis dengan diskusi interaktif dan berbagai masukan konstruktif dari peserta.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian komitmen bersama oleh Ketua Departemen Ilmu Gizi untuk terus memperkuat budaya riset, inovasi, dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu gizi di Indonesia.
“Kami berkomitmen menjaga semangat kolaborasi dan terus berinovasi agar Departemen Ilmu Gizi Unhas menjadi rujukan nasional dalam pendidikan dan riset gizi masyarakat,” pungkas Andi Imam. (*)


























