SOPPENG — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam Posko Kelurahan Manorang Salo resmi memulai rangkaian Praktik Belajar Lapangan (PBL) II melalui pelaksanaan seminar awal yang digelar di Aula UPTD Dinas Pendidikan Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Rabu (7/1/2026).
Seminar awal ini menjadi langkah awal mahasiswa dalam menggali permasalahan kesehatan masyarakat sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, serta unsur masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menandai dimulainya pelaksanaan PBL II yang akan berlangsung hingga 19 Januari 2026.
Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Plt Lurah Manorang Salo Syachrany Andi Nganro, S.E., M.Si., Kepala Puskesmas, Bidan Pondok, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), pengurus PLKB, ketua RT/RW, kader posyandu, serta tokoh masyarakat.
Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan dukungan dan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan PBL II.
Tim mahasiswa Posko Manorang Salo terdiri dari tujuh orang, yakni Atika Saleh (Koordinator Kelurahan), Dinda Sakinah (Sekretaris), Daniya Safira (Bendahara), Alya Putri, Hanifa Almas, Jesika Kristiani, dan Zulfarhan Fauzi.
Kegiatan ini juga didampingi oleh St. Rosmanely, SKM., M.KM selaku supervisor lapangan untuk memastikan pelaksanaan PBL II berjalan sesuai standar dan tujuan pembelajaran.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa PBL II merupakan kelanjutan dari PBL I yang difokuskan pada pemetaan aset masyarakat melalui pendekatan asset based community development.
Pendekatan ini menekankan pengenalan potensi, sumber daya, dan kekuatan lokal sebagai dasar perancangan intervensi kesehatan pada tahap selanjutnya, sekaligus menggeser paradigma dari berbasis masalah menuju berbasis aset.
Praktik Belajar Lapangan sendiri merupakan proses pembelajaran untuk membentuk kompetensi profesional mahasiswa kesehatan masyarakat, dengan melibatkan institusi dan masyarakat secara langsung dalam upaya peningkatan derajat kesehatan.
Selain sebagai sarana pembelajaran, PBL II juga diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi dan pemberdayaan.
Pelaksanaan PBL II di Kelurahan Manorang Salo sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.
Kegiatan ini juga selaras dengan Asta Cita, terutama cita ke-6 terkait prioritas pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat, serta cita ke-8 yang menekankan harmoni dengan lingkungan melalui peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat.
Rangkaian acara seminar awal diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari pihak kelurahan dan Puskesmas, pemaparan rencana kegiatan oleh koordinator posko, doa bersama, dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kolaborasi mahasiswa dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Plt Lurah Manorang Salo menegaskan kesiapan pihak kelurahan untuk mendukung kelancaran kegiatan PBL II. Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi teknis serta menjaga nama baik almamater selama pelaksanaan kegiatan di wilayah kelurahan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas menyatakan komitmennya untuk membantu pelaksanaan PBL II, khususnya dalam hal koordinasi kegiatan yang berkaitan langsung dengan sektor kesehatan.
Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, kegiatan PBL II ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa, tetapi juga mampu mendorong perubahan positif dan berkontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kelurahan Manorang Salo secara berkelanjutan. (*)
























