Berita

Prodi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas Buka Pembekalan EBL I dan EBL III

Tim Redaksi
×

Prodi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas Buka Pembekalan EBL I dan EBL III

Sebarkan artikel ini
Prodi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas Buka Pembekalan EBL I dan EBL III
Prodi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas Buka Pembekalan EBL I dan EBL III (Foto: Humas FKM Unhas)

MAKASSAR — Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin secara resmi membuka kegiatan Pembekalan Evidence-Based Learning (EBL) I dan EBL III yang berlangsung pada 12–15 Januari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang K105 FKM Unhas sebagai tahap awal sebelum mahasiswa terjun langsung ke masyarakat.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh jajaran pimpinan FKM Unhas, di antaranya Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya, dan Alumni FKM Unhas, Prof. Dr. Atjo Wahyu, SKM., M.Kes., yang mewakili Dekan FKM Unhas. Turut hadir Ketua Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas, Andi Imam Arundhana Thahir, S.Gz., M.P.H., Ph.D., Ketua Program Studi S1 Ilmu Gizi, Dr. Abdul Salam, SKM., M.Kes., Dietisien, serta para dosen pengelola kegiatan EBL.

Ketua Pengelola EBL Program Studi S1 Ilmu Gizi, Safrullah Amir, S.Gz., MPH, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembekalan EBL merupakan tahapan krusial dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman lapangan.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk menyamakan pemahaman mahasiswa terkait tujuan, tahapan, serta etika pelaksanaan Evidence-Based Learning.

“Pembekalan EBL I dan EBL III menjadi fondasi penting agar mahasiswa memiliki pemahaman yang utuh sebelum terjun ke lapangan, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sistematis, terarah, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan,” ujar Safrullah.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas, Dr. Abdul Salam, SKM., M.Kes., Dietisien, menekankan bahwa EBL merupakan ciri khas pembelajaran di Program Studi Ilmu Gizi FKM Unhas.

Ia menyebutkan, melalui EBL mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kelas, tetapi juga dilatih mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam menghadapi permasalahan gizi nyata di masyarakat.

“EBL mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, analitis, dan solutif terhadap persoalan gizi yang ditemui di lapangan, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam praktik profesional,” jelasnya.

Kegiatan pembekalan secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Atjo Wahyu, SKM., M.Kes. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas dalam mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja bidang kesehatan masyarakat.

“Evidence-Based Learning merupakan model pembelajaran yang sangat relevan saat ini, karena melatih mahasiswa untuk berpikir berbasis data, bukti ilmiah, dan peka terhadap kondisi riil masyarakat,” tuturnya.

Sejalan dengan implementasi Kurikulum 2023 (K-23), Program Studi Ilmu Gizi FKM Unhas terus mengembangkan EBL sebagai pendekatan pembelajaran yang terstruktur, berkesinambungan, dan berorientasi pada pengalaman lapangan.

EBL dilaksanakan melalui empat tahapan berurutan, yakni EBL I (pemahaman masalah gizi), EBL II (penetapan masalah gizi), EBL III (pelaksanaan intervensi gizi), dan EBL IV (monitoring serta evaluasi intervensi gizi).

Pelaksanaan EBL I dan EBL III dijadwalkan berlangsung pada 19 Januari hingga 1 Februari 2026. EBL I akan dilaksanakan di 13 desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Labakkang, Puskesmas Pundata Baji, dan Puskesmas Taraweang, Kabupaten Pangkep,dengan melibatkan 112 mahasiswa.

Sementara itu, EBL III dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bira, Kota Makassar, tepatnya di Kelurahan Bira dan Kelurahan Parangloe, dengan jumlah peserta sebanyak 106 mahasiswa.

Melalui kegiatan Evidence-Based Learning ini, Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif serta mampu mengaplikasikan ilmu gizi secara nyata dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (*)