Makassar

Kolaborasi Pemkot Makassar–FEB UMI Didorong untuk Penguatan SDM dan Ekonomi Kreatif

Tim Redaksi
×

Kolaborasi Pemkot Makassar–FEB UMI Didorong untuk Penguatan SDM dan Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
Pemkot Makassar–FEB UMI Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Ekraf
Pemkot Makassar–FEB UMI Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Ekraf

MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendorong penguatan kolaborasi dengan kalangan akademisi, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI), dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur serta pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi sivitas akademika FEB UMI bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, yang didampingi perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Bagian Kerja Sama, serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), di Ruang Rapat Sekda Balai Kota Makassar, Rabu (14/1).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sekda Makassar Andi Zulkifly menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk terus meningkatkan kapasitas SDM aparatur sipil negara (ASN) melalui kemitraan strategis dengan perguruan tinggi.

“Jumlah pegawai Pemkot Makassar sekitar 23 ribu orang. Peningkatan kualitas SDM menjadi kebutuhan utama. Saat ini sudah ada ASN yang menjalani tugas belajar, dan ke depan program pendidikan sangat memungkinkan untuk dikolaborasikan dengan perguruan tinggi, termasuk dalam bentuk bantuan pendidikan,” ujar Andi Zulkifly.

Selain pengembangan SDM, pertemuan tersebut juga membahas dukungan Pemkot Makassar terhadap kebutuhan infrastruktur kampus, khususnya penataan area parkir FEB UMI. Sekda menjelaskan bahwa bantuan pemerintah daerah dapat diberikan melalui mekanisme hibah, dengan syarat kelengkapan administrasi dan penyesuaian terhadap kemampuan anggaran daerah.

“Untuk hibah, tentu harus disiapkan proposal yang rinci, mulai dari lokasi, peruntukan, hingga estimasi anggaran. Karena ini sudah tahun berjalan, maka prosesnya akan masuk dalam perencanaan kerja sekitar Mei untuk APBD Perubahan, dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan waktu pelaksanaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap usulan hibah harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Wali Kota Makassar sebelum dimasukkan dalam rencana kerja perangkat daerah.

Lebih lanjut, Andi Zulkifly menyampaikan bahwa BRIDA Makassar secara rutin melakukan kajian dan penelitian setiap tahun, sehingga peluang kolaborasi riset dan pengembangan kebijakan dengan perguruan tinggi sangat terbuka.

“Kami sudah memiliki kerja sama antara Pemkot Makassar dan UMI. Payung hukumnya jelas, sehingga kolaborasi penelitian, pengembangan kebijakan, dan program strategis lainnya bisa langsung ditindaklanjuti,” katanya.

Selain itu, Pemkot Makassar juga mendorong kerja sama pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berharap sinergi dengan dunia akademik dapat memperkuat perumusan kebijakan berbasis riset, meningkatkan kualitas SDM, serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ungkap Zul, sapaan akrab Sekda Makassar.

Sementara itu, Dekan FEB UMI, Muh Syafi’i Basalamah, menyambut baik komitmen Pemkot Makassar dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam berbagai sektor strategis.

“Kunjungan ini untuk membicarakan program-program unggulan Pemerintah Kota Makassar, terutama yang berkaitan dengan pengembangan SDM dan ekonomi kreatif. FEB UMI memiliki sumber daya akademik dan komunitas yang siap mendukung,” ujar Syafi’i.

FEB UMI, lanjut dia, juga membuka peluang peningkatan kualifikasi pendidikan bagi ASN Pemkot Makassar, baik bagi pegawai yang belum menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) maupun yang ingin melanjutkan ke jenjang profesi akuntan.

“Kami memiliki program untuk ASN yang belum S1, program profesi akuntan, serta kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dirancang khusus bagi masyarakat pekerja,” jelasnya.

Di luar sektor akademik, FEB UMI juga berharap dukungan Pemkot Makassar dalam penataan infrastruktur kampus, khususnya area parkir yang kerap tergenang saat musim hujan.

“Pelataran parkir kami posisinya cukup rendah sehingga sering tergenang. Kami berharap ada dukungan melalui skema hibah untuk penataan kawasan tersebut,” kata Syafi’i.

Ia menilai, penataan kawasan kampus turut berkontribusi terhadap wajah dan keindahan Kota Makassar, mengingat lokasi UMI berada di salah satu jalur utama kota.

“Kami berharap pembangunan dan keindahan kota dapat dirasakan secara merata, termasuk di kawasan perguruan tinggi,” pungkasnya. (*)