Makassar

Terminal Malengkeri Disiapkan Jadi Pasar Baru, Hampir 400 Kendaraan Pedagang Sudah Masuk

Tim Redaksi
×

Terminal Malengkeri Disiapkan Jadi Pasar Baru, Hampir 400 Kendaraan Pedagang Sudah Masuk

Sebarkan artikel ini
Terminal Malengkeri, Kecamatan Tamalate
Terminal Malengkeri, Kecamatan Tamalate

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mulai memusatkan aktivitas pasar bongkar muat sayur mayur ke Terminal Malengkeri, Kecamatan Tamalate, sebagai bagian dari penataan kawasan pasar tumpah di Jalan Veteran Utara dan Pasar Kalimbu/Kubis.

Melalui Perumda Terminal Makassar Metro, Pemkot Makassar menyiapkan area khusus di terminal tersebut untuk menampung ratusan pedagang dan kendaraan bongkar muat yang sebelumnya beroperasi di badan jalan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan mayoritas pedagang telah mulai beraktivitas di lokasi baru sejak penertiban dilakukan pada 21 Mei 2026 lalu.

“Alhamdulillah saat penertiban kemarin, hampir 90 persen pedagang bongkar muat sudah masuk dan beraktivitas di Terminal Malengkeri dengan tertib,” ujar Elber, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, proses relokasi berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, Perumda Pasar, hingga organisasi masyarakat yang ikut melakukan sosialisasi kepada para pedagang sebelum pemindahan dilakukan.

Langkah relokasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar menata kawasan perdagangan agar lebih tertib, aman, dan tidak lagi menggunakan fasilitas umum seperti badan jalan dan trotoar.

Selain mengurangi kemacetan di kawasan Veteran Utara dan Pasar Kalimbu, pemusatan aktivitas bongkar muat di Terminal Malengkeri juga diharapkan memberi kenyamanan lebih baik bagi pedagang maupun pembeli.

Elber menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan area khusus bongkar muat serta sistem zonasi untuk mengatur kendaraan pedagang agar aktivitas distribusi barang berjalan lancar.

Awalnya, jumlah kendaraan pedagang yang diperkirakan masuk sekitar 308 unit berdasarkan data dari Perumda Pasar. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah kendaraan yang beroperasi meningkat hingga mendekati 400 unit.

“Kami memang menyiapkan skema awal sekitar 300 kendaraan, tetapi realisasinya hampir 400 kendaraan masuk,” katanya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola terminal menerapkan pengaturan blok dan zona parkir agar seluruh kendaraan tetap dapat terakomodasi dengan baik.

Menurut Elber, lonjakan jumlah kendaraan terjadi karena tidak hanya pedagang dari kawasan Pasar Kalimbu dan Jalan Kubis yang ikut masuk beroperasi di Terminal Malengkeri.

“Terminal ini prinsipnya fasilitas pelayanan. Karena itu kami tetap berupaya mengakomodasi para pedagang dengan pengaturan yang baik agar semua bisa terlayani,” jelasnya.

Ia mengakui tantangan utama saat ini bukan lagi jumlah pedagang, melainkan pengaturan arus kendaraan pembeli yang ikut masuk ke dalam area terminal untuk mengambil barang dagangan.

Sebagian besar pembeli, kata dia, datang menggunakan kendaraan roda empat sehingga diperlukan pengaturan lalu lintas internal yang lebih ketat agar tidak menimbulkan kemacetan di dalam terminal.

“Yang menjadi perhatian sekarang adalah kendaraan pembeli yang ikut masuk ke dalam terminal. Ini yang sedang kami tata agar tidak menimbulkan kepadatan,” ungkapnya.

Untuk mendukung kelancaran aktivitas bongkar muat, Perumda Terminal juga menyiapkan petugas khusus yang berjaga mengatur sirkulasi kendaraan dan area parkir selama operasional berlangsung.

Aktivitas pasar bongkar muat di Terminal Malengkeri sendiri berlangsung mulai pukul 23.00 Wita hingga sekitar pukul 06.00 Wita.

Elber menilai perpindahan aktivitas perdagangan ke Terminal Malengkeri mulai memberikan dampak positif terhadap penataan kawasan Jalan Veteran Utara yang kini terlihat lebih tertib dan bersih dibanding sebelumnya.

“Tujuan utama kebijakan ini adalah penataan kota. Sekarang kawasan yang sebelumnya padat aktivitas pasar tumpah sudah jauh lebih bersih dan lalu lintas lebih tertata,” ujarnya.

Terkait retribusi, ia memastikan para pedagang masih dibebaskan dari biaya penggunaan lokasi selama masa uji coba relokasi berlangsung. Pedagang hanya dikenakan biaya masuk terminal dan parkir sesuai aturan yang berlaku.

“Sementara ini masih tahap penyesuaian dan uji coba gratis. Fokus kami memastikan seluruh aktivitas berjalan tertib terlebih dahulu,” tutup Elber. (*)