MAKASSAR — Pemerintah tengah bersiap menerapkan kebijakan baru dalam pendidikan dasar yang akan menempatkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar.
Menyambut perubahan tersebut, Sulawesi Selatan mengambil langkah lebih awal dengan memperkuat kompetensi guru-guru SD melalui program pelatihan khusus.
Kebijakan menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas III SD akan berlaku pada Tahun Ajaran 2027/2028 sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Salah satu tantangan utama dalam implementasi kebijakan tersebut adalah kesiapan tenaga pendidik. Pasalnya, tidak seluruh guru sekolah dasar memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris maupun pengalaman mengajar mata pelajaran tersebut secara khusus.
Sebagai bentuk antisipasi, delapan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah mengikutsertakan guru-guru SD dalam Program Pengembangan Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI).
Program ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan pedagogik dan penguasaan metode pembelajaran Bahasa Inggris bagi guru sekolah dasar.
Sepanjang Juni 2026, para peserta menjalani tahapan On the Job Training (OJT) yang dilaksanakan secara bertahap. OJT sesi pertama berlangsung pada 5–6 Juni dan diikuti peserta dari Kota Palopo, Kabupaten Takalar, Kabupaten Wajo, dan Kabupaten Soppeng.
Sementara sesi kedua dilaksanakan pada 12–13 Juni dengan peserta berasal dari Kota Makassar, Kabupaten Bone, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Soppeng.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada penguatan teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik secara langsung.
Para guru dilatih menyusun perangkat pembelajaran, mengembangkan skenario mengajar berbasis Bahasa Inggris, serta melaksanakan praktik mengajar di kelas dampingan yang menjadi bagian dari proses evaluasi kompetensi.
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan turut mengawal pelaksanaan program tersebut. Penanggung jawab kelas dari BBGTK Sulsel, Ninik, melakukan pemantauan langsung guna memastikan seluruh rangkaian OJT berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Program ini berada di bawah koordinasi Kepala BBGTK Sulsel, Dr. Arman Agung, M.Pd., dengan dukungan Kepala Bagian Umum BBGTK Sulsel, Dr. Ayatollah Hidayat, S.Pd., M.Pd.
Pendampingan teknis peserta selama pelatihan dilakukan oleh fasilitator Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Mismar M., S.Pd., M.Pd., Gr. Ia mendampingi peserta mulai dari penyusunan perangkat ajar, praktik pembelajaran, hingga proses refleksi dan evaluasi hasil pelatihan.
Menurut Mismar, penguatan kapasitas guru perlu dilakukan jauh sebelum kebijakan diberlakukan secara penuh agar sekolah memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi.
“Memasuki abad ke-21, Bahasa Inggris bukan lagi sekadar pelajaran tambahan, melainkan keterampilan dasar yang dibutuhkan peserta didik untuk berinteraksi di tingkat global. Karena itu, guru harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Ia menilai kesiapan guru menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi kebijakan tersebut di lapangan.
Antusiasme juga ditunjukkan para peserta pelatihan. Salah seorang guru peserta OJT menyebut program PKGSD MBI sebagai langkah strategis dalam memastikan para pendidik siap menghadapi perubahan kurikulum.
“Program ini memberi kami bekal yang lebih percaya diri untuk mengajar Bahasa Inggris di sekolah dasar. Guru-guru di Sulawesi Selatan bergerak lebih awal agar siap ketika kebijakan diterapkan secara penuh,” katanya.
Semangat tersebut tercermin dalam motto program, “Bahasa Inggris is EASY”, yang mengandung pesan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dapat berlangsung menyenangkan dan mudah dipahami apabila didukung oleh guru yang kompeten, kreatif, dan percaya diri.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib tidak hanya ditentukan oleh perubahan regulasi dan kurikulum, tetapi juga oleh kesiapan guru dalam menghadirkan proses pembelajaran yang efektif di ruang kelas.
Hingga Tahun Ajaran 2026/2027, Bahasa Inggris masih berstatus sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah dasar dan pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan masing-masing satuan pendidikan. (*)














