MAKASSAR — Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia Sulawesi Selatan (DPD HPJI Sulsel) dan Persatuan Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (PATSI UMI) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan keilmuan, kompetensi, dan praktik pembangunan infrastruktur.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Hotel Claro Makassar, Jumat (2/10/2026).
Penandatanganan MoU disaksikan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Ir. H. Andi Ihsan, ST., MM.
Dari HPJI Sulsel, penandatanganan diwakili Sekretaris DPD HPJI Sulsel, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM. Sementara PATSI UMI berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum terpilih, Dr. Ir. H. Mahmud.
Kerja sama ini diarahkan untuk mempertemukan jejaring akademisi, alumni, praktisi, dan pemangku kebijakan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan infrastruktur, khususnya di Sulawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia.

Dorong Kolaborasi Keilmuan dan Praktik
MoU HPJI Sulsel dan PATSI UMI diharapkan tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, tetapi diterjemahkan ke dalam berbagai program konkret.
Ketua Umum PATSI UMI, Dr. Ir. H. Mahmud, mengatakan kolaborasi tersebut akan menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi PATSI UMI, yakni “PATSI Pasti Berdampak”.
Sejumlah program yang disiapkan antara lain sertifikasi kompetensi profesi bagi lulusan muda, pengembangan riset terapan di bidang infrastruktur, serta pendampingan teknis pembangunan jalan dan jembatan di Sulawesi Selatan.
Menurut Mahmud, keterlibatan alumni dan praktisi diperlukan agar pengetahuan akademik dapat terhubung dengan kebutuhan pembangunan di lapangan.
Kerja sama dengan HPJI Sulsel juga membuka ruang lebih luas bagi pengembangan kompetensi dan pertukaran pengetahuan antara kalangan akademisi, alumni, dan pelaku industri konstruksi.
Asbuton Jadi Sorotan
Penandatanganan MoU kemudian dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertema “Optimalisasi Pemanfaatan Aspal Alam Pulau Buton (Asbuton) untuk Ketahanan Infrastruktur Jalan Nasional Berkelanjutan.”
Forum tersebut membahas peluang pemanfaatan Asbuton sebagai material lokal untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan.
Asbuton dinilai memiliki relevansi strategis karena merupakan sumber daya alam yang tersedia di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Pengembangan pemanfaatannya juga berkaitan dengan agenda peningkatan penggunaan material dalam negeri dalam pembangunan infrastruktur.
Seminar tersebut menyoroti pentingnya hilirisasi teknologi perkerasan jalan berbasis komoditas lokal, sekaligus mendorong pengembangan inovasi agar material domestik dapat memenuhi kebutuhan proyek infrastruktur secara berkelanjutan.
Integrasi Profesi dan Kebijakan
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, mengapresiasi kolaborasi antara HPJI Sulsel dan PATSI UMI.
Menurutnya, keterhubungan antara organisasi profesi, jejaring alumni, kalangan akademisi, praktisi, dan pemerintah dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur.
Kolaborasi tersebut juga dinilai penting dalam mengawal penerapan standar teknis sekaligus mendorong pemanfaatan material dalam negeri, termasuk Asbuton, dalam pembangunan infrastruktur.
Dengan keterlibatan berbagai unsur tersebut, pengembangan infrastruktur tidak hanya bertumpu pada aspek pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kompetensi sumber daya manusia, riset, inovasi, dan standar teknis.
Dihadiri Akademisi dan Praktisi
Penandatanganan MoU dan seminar nasional tersebut berlangsung dalam rangkaian Pelantikan Pengurus PATSI UMI periode 2026–2030.
Kegiatan dihadiri ratusan peserta yang terdiri atas akademisi Fakultas Teknik UMI, praktisi konstruksi, pengurus DPD HPJI Sulsel, serta alumni Teknik Sipil UMI dari berbagai generasi.
Kolaborasi HPJI Sulsel dan PATSI UMI diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia. (*)
























