LUWU RAYA — Badan Pekerja Pembentukan (BPP) Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya menuntaskan rangkaian konsolidasi dengan seluruh kepala daerah di wilayah Tana Luwu.
Tahapan ini dinilai menjadi capaian penting dalam memperkuat fondasi politik, administratif, dan kelembagaan menuju pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Konsolidasi yang berlangsung sepanjang April hingga Juni 2026 tersebut dilakukan melalui silaturahmi dan koordinasi langsung dengan Bupati Luwu, Wali Kota Palopo, Bupati Luwu Utara, dan Bupati Luwu Timur.
Agenda ini dipimpin Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya yang juga Ketua BPW KKLR Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM, bersama jajaran tim perjuangan.
Rangkaian pertemuan diawali pada 7 April 2026 dengan kunjungan ke Bupati Luwu, Patahudding, di Belopa. Sehari kemudian, tim melanjutkan agenda dengan menemui Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, di rumah jabatan wali kota.
Pada kesempatan yang sama, rombongan juga bersilaturahmi dengan Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, di Kedatuan Luwu. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dukungan moral dan historis terhadap perjuangan pembentukan provinsi baru di Tanah Luwu.
Konsolidasi kemudian berlanjut ke wilayah utara dan timur. Pada 7 Juni 2026, tim BPP DOB melakukan pertemuan dengan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, di Masamba. Sehari berselang, agenda serupa dilaksanakan bersama Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Malili.
Dengan selesainya seluruh rangkaian tersebut, BPP DOB menilai proses konsolidasi regional bersama para kepala daerah di wilayah calon Provinsi Luwu Raya telah tuntas.
“Semua agenda ini dilakukan untuk konsolidasi perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya, termasuk menuntaskan dokumen-dokumen administratif yang dibutuhkan dari setiap kepala daerah di Luwu Raya,” ujar Hasbi Syamsu Ali, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, selesainya tahapan tersebut menunjukkan adanya kesamaan komitmen di antara pemerintah daerah di Tana Luwu untuk terus mengawal agenda pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Fondasi Akademik dan Administratif
Selain konsolidasi politik di tingkat daerah, BPP DOB juga menilai kesiapan akademik pembentukan Provinsi Luwu Raya telah berada pada tahap yang cukup matang.
Saat ini, telah tersedia dua dokumen akademik utama yang menjadi rujukan perjuangan, yakni kajian yang disusun Institut Otonomi Daerah (IOTDA) dan naskah akademik yang diterbitkan tim Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo.
Menurut Hasbi, kedua dokumen tersebut memberikan dasar yang kuat terkait kelayakan pembentukan Provinsi Luwu Raya dari berbagai aspek, mulai dari pemerintahan, ekonomi, hingga pembangunan kawasan.
“Secara administratif dan akademik, Provinsi Luwu Raya sebenarnya sudah siap. Baik naskah akademik dari Institut Otonomi Daerah maupun dari Universitas Andi Djemma telah memberikan landasan yang sangat kuat bagi perjuangan ini,” katanya.
BPP DOB juga telah melakukan sinkronisasi terhadap kedua dokumen tersebut guna menghasilkan rumusan yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan kebijakan nasional.
“Hasil sinkronisasi itu justru semakin memperkaya opsi perjuangan dalam mewujudkan Provinsi Luwu Raya,” tambahnya.
Fokus Satukan Energi Perjuangan
Meski berbagai persyaratan daerah terus dipenuhi, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya masih menghadapi tantangan berupa moratorium pembentukan daerah otonom baru yang hingga kini belum dicabut pemerintah pusat.
Namun demikian, BPP DOB memandang situasi tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kesiapan internal sekaligus memperluas dukungan masyarakat.
Hasbi menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya tanggung jawab segelintir pihak.
“Kita ingin semuanya terlibat dalam perjuangan besar ini. Tidak boleh ada yang ditinggalkan. Provinsi Luwu Raya adalah mimpi bersama Wija to Luwu di mana pun berada. Kita sudah memperjuangkan ini sejak puluhan tahun lalu demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Luwu Raya,” tegasnya.
Karena itu, BPP DOB mengajak pemerintah daerah, tokoh politik, akademisi, pelaku usaha, tokoh adat, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, dan seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga soliditas perjuangan.
Dengan tuntasnya konsolidasi regional bersama seluruh kepala daerah di Tana Luwu, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya kini memasuki fase berikutnya, yakni memperkuat dukungan publik, melengkapi seluruh kebutuhan administratif, serta menyatukan energi kolektif masyarakat dalam menyambut momentum dibukanya kembali pembentukan daerah otonom baru oleh pemerintah pusat. (*)


























