JAKARTA – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mengecam keras tindakan represif aparat negara yang diduga menyebabkan meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) baru-baru ini.
Dalam pernyataannya, KAHMI mendesak agar dilakukan investigasi independen, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap penyebab kematian Affan.
Organisasi alumni HMI itu menegaskan semua pihak yang terbukti bersalah harus diproses hukum tanpa pandang bulu, baik pelaku langsung maupun pemberi perintah.
“Kami berduka cita mendalam kepada keluarga almarhum. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Koordinator Presidium KAHMI, Dr. M. Rifqinizamy Karsayuda, Jumat (29/8).
KAHMI juga meminta pemerintah dan aparat keamanan mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis dalam menghadapi aspirasi rakyat, khususnya mahasiswa.
Selain itu, KAHMI menegaskan komitmennya untuk terus bersama rakyat memperjuangkan demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan. (*)















