JENEPONTO, — Kurang lebih ratusan warga yang tinggal di pelosok Dusun Parang Benrog, Desa Gunung Silanu Kecamatan Bangkala, Jeneponto hidup dalam ketertinggalan. Puluhan tahun, pembangunan jalan, listrik hingga jaringan tidak pernah masuk dalam perkampungan.
Pada akhir tahun 2024, Junaidi Bakry selaku Pj Bupati Jeneponto telah alokasikan pembangunan jalan di Dusun Parang Benrong dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2025.
Namun, beberapa waktu lalu, saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi Dusun Parang Benrong dengan jarak yang cukup jauh, kurang lebih 15 kilometer dari jalan poros Jeneponto, warga mengungkapkan kekecewaannya karena mendapat kabar anggaran untuk pembangunan jalan itu dialihkan.
“Info dari Babinsa (Desa) Gunung Silanu, anggaran jalan (di Dusun Parang Benrong) sudah dialihkan, belum tau jelas dialihkan kemana,” ucap Kepala Dusun Parang Benrong Abd Madjid.
Abd Madjid menjelaskan, anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di Dusun Parang Benrong kurang lebih Rp1,5 miliar. Bahkan rencananya dicarikan lagi Rp500 juta untuk saluran air.
Dia mengaku syok saat mendengar kabar anggaran pembangunan jalan dialihkan. Pasalnya, dirinya sudah terlanjur menyampaikan kepada masyarakat. Sebab, ini merupakan kabar bahagia karena penantian puluhan tahun.
“Setelah kami dengar itu saya seperti hilang kesadaran. Saya harus bilang ke warga, ini pembangunan jalan untuk warga, hampir warga sudah tau tapi setelah tahu ini dihilangkan, semangatnya dia kembali seperti semula,” tuturnya.
Dirinya mengaku dengan kejadian seperti ini justru semakin meyakinkan masyarakat di pelosok Parang Benrong, bahwa mereka seringkali tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat.
“Pemerintah ini seakan akan kita tidak diperhatikan. Kita ini sudah hampir ratusan tahun kita ini belum ada listrik dan jalan,” jelasnya.
Mewakili warga Parang Benrong, Abd Madjid berharap ada belas kasihan kepala daerah agar anggaran itu dapat dialokasikan kembali untuk pembangunan jalan di Dusun Parang Benrong.
“Kalau misalnya bupati merasa kasihan kepada masyarakat yang paling bawah ini, saya mewakili orang banyak termasuk warga Parang Benrong ini yang sudah dianggarkan, bagaimana caranya supaya bupati berbagi rasa,” tutur dia.
“Kalau bupati berbesar hati supaya warga bisa usaha mencari rezeki dengan. Jadi saya selaku kepala dusun bagaimana dia bisa mempertahankan ini jalan supaya warga tidak merasa bersemangat,” tambah dia.
Selain Bupati, Abd Madjid mengungkapkan, warganya berharap agar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jeneponto, Irmawati Zainuddin agar kembali ke Dusun Parang Benrong mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Warga ini berharap ke DPRD khusus ibu irma (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jeneponto, Irmawati Zainuddin) diharapkan bisa datang kesini karena dia paling tahu kondisi. Ini harapannya warga disini bagaimana dia punya rasa kasihan supaya bisa bantu bagaimana jalan bisa di bangun,” harapnya.
Terpisah, Wakil Bupati Jeneponto Islam Iskandar saat dikonfirmasi terkait kabar anggaran jalan Dusun Parang Benrong dialihkan, dirinya justru mempertanyakan sumber informasi tersebut.
“Info dari mana,” singkat Islam, Jumat (29/8/2025). Namun, saat dijelaskan kembali, Islam tidak lagi menanggapi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jeneponto, Irmawati Zainuddin saat dihubungi tidak merespon hingga berita ini dimuat.
Terpisah, Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Nuku (HIPMIN) Makassar Az-zahrah menyayangkan, jika kabar pengalihan alokasi anggaran untuk pembangunan jalan di Dusun Parang Benrong.
“Tentu jika ini benar-benar dialihkan, kami sebagai organisasi yang sudah beberapa kali turun langsung advokasi dan bahkan berbaur dengan masyakarat hampir sepekan sangat menyayangkan kabar pengalihan anggaran pembangunan jalan,” ucap Az-zahrah.
Olehnya itu, Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) ini berharap agar kebijakan Bupati Jeneponto lebih berpihak ke rakyat, terutama mereka yang berada di pelosok Parang Benrong.
“Kami berharap Bupati betul-betul memperhatikan warga di pelosok. Mereka tidak tersentuh dengan infrastruktur dasar. Salah satunya jalan, ini yang menyebabkan akses pendidikan, kesehatan dan ekonomi ikut terganggu,” pungkasnya.
Pada Jumat (20/12/2024) lalu, Junaidi Bakry mengakhiri masa jabatannya sebagai Pj Bupati Jeneponto. Pada kesempatan itu, dirinya berharap agar alokasi anggaran untuk pembangunan jalan di Dusun Parang Benrong dapat direalisasi.
“Kita berharap pembangunan jalan ini bisa segera dimulai tahun depan (tahun ini),” harapnya.
Diketahui, Dusun Parang Benrong, yang terletak sekitar 15 kilometer dari jalan poros Jeneponto, telah lama hidup dengan keterbatasan.
Jalanan yang terjal dan kondisi geografis yang sulit dijangkau membuat warga di dusun tersebut bergantung pada transportasi sepeda motor rakitan untuk mengangkut hasil panen jagung mereka.
Sayangnya, meski telah lama menghuni perkampungan tersebut, masyarakat Dusun Parang Benrong belum merasakan manfaat pembangunan seperti listrik, jalan, dan fasilitas dasar lainnya. (*)















