Jeneponto

Evaluasi Poster Bahaya Merokok, Mahasiswa FKM Unhas Dorong Kesadaran Kesehatan Warga di Jeneponto

Tim Redaksi
×

Evaluasi Poster Bahaya Merokok, Mahasiswa FKM Unhas Dorong Kesadaran Kesehatan Warga di Jeneponto

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM UNHAS) kembali mengunjungi Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto dalam kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) III
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM UNHAS) kembali mengunjungi Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto dalam kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) III

JENEPONTO — Kesadaran masyarakat terhadap bahaya merokok menjadi perhatian utama dalam kegiatan evaluasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melalui program Praktik Belajar Lapangan (PBL) III di Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari intervensi pada PBL II sebelumnya, yang fokus pada pemasangan poster edukasi “Bahaya Merokok” di berbagai titik strategis desa.

Poster tersebut memuat informasi penting tentang dampak merokok—baik aktif maupun pasif—terhadap kesehatan individu dan keluarga.

Pesan yang disampaikan dalam media edukasi itu meliputi risiko penyakit kronis seperti kanker paru-paru, serangan jantung, hingga efek buruk bagi anak-anak dan ibu hamil yang terpapar asap rokok.

Tim Mahasiswa Lintas Departemen Turun Langsung

Tim PBL Posko 23 terdiri dari enam mahasiswa lintas departemen dengan bimbingan satu dosen supervisor, St. Rosmanely, SKM., MKM.. Mereka adalah Nur Alisa Rahim (Kesehatan Lingkungan), Inayah Nur Rahmaniyah (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Isni Apriana (Epidemiologi), Fitri Siska Busdir (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Muhammad Azizul Hakim (Manajemen Rumah Sakit) dan Ahmad Khairul Aqila (Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku).

Mereka melakukan dua metode evaluasi utama: observasi langsung ke lokasi pemasangan dan wawancara singkat kepada warga setempat.

Lokasi yang ditinjau meliputi Kantor Desa Bontosunggu, UPT SDN 01 Tamalatea, UPT SMPN 7 Tamalatea, serta tujuh posyandu, yakni Posyandu Kemuning, Kampung Toa, Matahari, Kampung Beru, Kampoa, Bungung-bungung, dan Kassi Bumbung.

Poster Masih Terbaca, Warga Mulai Teredukasi

Dari hasil observasi, 8 dari 10 poster edukasi masih tertempel dalam kondisi baik dan dapat dibaca dengan jelas. Sementara itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa mayoritas warga mengaku telah membaca isi poster dan memahami informasi terkait bahaya rokok, baik dari sisi kandungan senyawa berbahaya maupun dampak jangka panjang terhadap kesehatan.

Salah seorang warga, Ayu, yang tinggal di sekitar kantor desa, mengungkapkan pandangannya.

“Poster yang dipasang memuat informasi yang jelas tentang bahaya rokok dan mudah untuk dibaca,” katanya.

Mahasiswa juga mencatat bahwa warga kini lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan rumah bebas asap rokok, terutama untuk melindungi anak-anak dan ibu hamil dari paparan zat beracun.

Kontribusi terhadap SDGs: Kesehatan dan Kesejahteraan

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa FKM Unhas terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3, yakni Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik.

Dengan pendekatan edukatif yang sederhana namun efektif, mahasiswa mampu menyentuh kesadaran masyarakat untuk melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Poster edukasi bukan hanya media informasi, tetapi juga jembatan komunikasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan penyakit tidak menular, salah satunya melalui upaya berhenti merokok.

Dengan capaian ini, Posko 23 berharap upaya kecil mereka dalam menyampaikan edukasi bisa menjadi pemicu perubahan perilaku yang lebih luas dan berkelanjutan di tengah masyarakat pedesaan.

“Semoga evaluasi ini bukan hanya soal poster yang masih menempel atau tidak, tapi juga menilai bagaimana masyarakat mulai bergerak untuk hidup lebih sehat,” ujar Ahmad Khairul Aqila, salah satu anggota tim.

Melalui pendekatan yang partisipatif, mahasiswa FKM Unhas tidak hanya belajar, tapi juga berkontribusi dalam membangun desa yang lebih sehat dan berdaya. (*)