LUWU UTARA – Arus lalu lintas di jalan poros Palopo–Masamba lumpuh total akibat aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa yang menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya, Senin (12/1/2026) siang.
Aksi berlangsung di ujung Jembatan Sabang, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Massa aksi memblokade badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dari kedua arah.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan mengular panjang hingga beberapa kilometer. Aktivitas transportasi warga serta distribusi barang dan logistik terhenti sementara, menyebabkan gangguan serius terhadap mobilitas masyarakat.
Di bawah terik matahari, para mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi dan tuntutan politik.
Mereka menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan aspirasi lama masyarakat Tana Luwu yang hingga kini belum mendapat respons konkret dari pemerintah.
Para demonstran menilai, selama puluhan tahun Luwu Raya hanya diposisikan sebagai daerah penyangga dan lumbung sumber daya alam, tanpa diimbangi dengan pemerataan pembangunan dan kewenangan pengelolaan wilayah.
Jenderal Lapangan aksi, Tandi Bali, menegaskan bahwa Luwu Raya memiliki modal historis, kultural, geografis, dan ekonomi yang kuat untuk berdiri sebagai provinsi baru dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Tana Luwu adalah Wanua Mappatuo Naewai Alena, tanah yang mampu menghidupi dan berdiri di atas kakinya sendiri. Yang kami tuntut adalah hak konstitusional masyarakat Luwu Raya,” tegas Tandi Bali dalam orasinya.
Ia menilai kontribusi besar Luwu Raya terhadap perekonomian Sulawesi Selatan—khususnya melalui sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan energi—tidak sebanding dengan alokasi pembangunan yang diterima.
Menurutnya, aksi demonstrasi ini merupakan bentuk tekanan politik terbuka kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Pusat agar tidak lagi mengabaikan aspirasi pemekaran Provinsi Luwu Raya.
“Jika aspirasi ini terus dibiarkan tanpa kejelasan, maka eskalasi gerakan akan terus meningkat. Ini bukan isu elit, ini kehendak rakyat,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung dan arus lalu lintas di jalur Palopo–Masamba belum kembali normal. Aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. (*)


























