MAKASSAR — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda Ansor menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen kebangsaan sekaligus memperkuat peran strategis pemuda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kader Ansor Kota Makassar, Sudirman, menegaskan bahwa tema “Bersatu, Berperan untuk Negeri” yang diusung tahun ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi refleksi sekaligus pedoman gerak bagi seluruh kader Ansor di Indonesia.
Menurutnya, kata “Bersatu” mengandung makna mendalam tentang pentingnya soliditas kader dan kesatuan visi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah dinamika sosial, perbedaan pandangan, serta derasnya arus globalisasi, Ansor hadir sebagai perekat umat dan penjaga harmoni kebangsaan.
“Nilai-nilai ke-NU-an dan keindonesiaan harus terus dirawat sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan,” ujar Sudirman, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, kata “Berperan” menjadi penegasan bahwa setiap kader Ansor tidak boleh bersikap pasif. Kader didorong untuk aktif berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kebencanaan.
Ansor, lanjut Sudirman, bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi juga gerakan aktif yang melahirkan karya nyata dan solusi bagi masyarakat.
Peringatan Harlah ke-92 ini juga membawa harapan besar agar Ansor terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai moderasi beragama, memperkuat persatuan bangsa, serta melahirkan generasi muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing.
“Sekecil apa pun kontribusi kader, itu adalah bagian dari perubahan besar untuk kemajuan bangsa,” tambahnya.
Dengan mengusung semangat “Bersatu, Berperan untuk Negeri”, Ansor menegaskan posisinya sebagai kekuatan strategis yang tidak hanya relevan di masa lalu, tetapi juga menjadi harapan masa depan Indonesia.
Momentum Harlah ini pun menjadi penguat tekad bahwa kader Ansor, dari tingkat pusat hingga akar rumput, harus terus mengambil peran nyata sesuai kapasitas masing-masing—bersatu dalam langkah dan hadir dengan kontribusi untuk negeri. (*)
















