LUWU TIMUR – Liputan investigasi tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan memperoleh informasi. Dibutuhkan ketekunan, kemampuan mengolah data, serta disiplin melakukan verifikasi agar hasil pemberitaan memiliki akurasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pesan itu disampaikan Redaktur Pelaksana Tempo sekaligus Host Podcast YouTube Bocor Alus, Raymundus Rikang, saat menjadi pemateri pada kegiatan Up-Skilling dan Site Visit yang diselenggarakan PT Vale Indonesia Tbk di Ballroom Hotel Mireya, Sorowako, Kecamatan Nuha, Minggu (26/7/2026).
Menurut Raymundus, proses menghasilkan karya jurnalistik investigatif sering kali membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Seorang jurnalis harus melalui tahapan panjang, mulai dari pengumpulan data, wawancara berbagai narasumber, hingga menguji setiap informasi yang diperoleh di lapangan.
“Jadi untuk mengumpulkan data terkadang butuh waktu investigasi berbulan-bulan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kemampuan menyusun strategi liputan dan mengolah informasi menjadi faktor penting dalam proses investigasi. Namun, di atas semua itu, verifikasi tetap menjadi prinsip utama yang tidak boleh diabaikan dalam praktik jurnalistik.
Menurutnya, setiap data dan informasi harus diuji secara berulang agar berita yang dipublikasikan benar-benar akurat serta memiliki dasar yang kuat.
“Jurnalis yang didukung data akan lebih aman,” kata Ray.
Pelatihan tersebut diikuti puluhan wartawan dari berbagai media lokal maupun nasional yang berasal dari wilayah pemberdayaan PT Vale di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.
Selama sesi berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik investigasi yang selama ini diterapkan di Tempo, mulai dari metode menggali informasi, menganalisis isu, hingga menyusun temuan lapangan menjadi karya jurnalistik yang komprehensif.
Selain materi investigasi, peserta juga dibekali berbagai kemampuan pendukung, seperti teknik pengolahan data, metode riset jurnalistik, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses peliputan tanpa mengabaikan prinsip akurasi dan etika jurnalistik.
Kegiatan Up-Skilling dan Site Visit ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi wartawan dalam menghadapi tantangan jurnalisme di era digital. (*)


























