Palopo

Ketua KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali Turun Tangan Bantu Pengaspalan Halaman Rektorat Unanda

Tim Redaksi
×

Ketua KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali Turun Tangan Bantu Pengaspalan Halaman Rektorat Unanda

Sebarkan artikel ini
HSA Bantu Unanda

PALOPO — Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM, turun tangan mendukung perbaikan fasilitas Universitas Andi Djemma (Unanda) di Kota Palopo.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pengaspalan halaman Kampus Rektorat Unanda di Jalan Haji Puang Daud, Palopo.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Alat berat yang digunakan dalam pekerjaan pengaspalan tersebut merupakan fasilitas milik Hasbi Syamsu Ali. Proses pekerjaan turut dipantau Rektor Unanda, Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si., bersama civitas akademika.

Bagi Hasbi, dukungan terhadap Unanda tidak sekadar berkaitan dengan perbaikan fasilitas kampus. Ia memandang perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi kekuatan utama pembangunan Luwu Raya.

“Universitas Andi Djemma harus terus dikembangkan agar menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing secara nasional. Kita perlu mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing untuk mendukung kemajuan pendidikan,” ujar Hasbi, Minggu (13/9/2026).

Menurut dia, perhatian terhadap pendidikan merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Pembangunan daerah, kata Hasbi, tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan jalan, jembatan dan berbagai infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas manusia harus berjalan bersamaan dengan pembangunan fisik.

“Kalau kita ingin daerah ini maju, pembangunan manusia harus menjadi perhatian utama. Infrastruktur penting, tetapi manusia yang berkualitaslah yang nantinya mengelola dan mengembangkan daerah,” katanya.

Unanda dan Perannya bagi Luwu Raya

Universitas Andi Djemma merupakan salah satu perguruan tinggi yang tumbuh dan berkembang di Luwu Raya. Kampus tersebut telah melahirkan sekitar 11.000 alumni dari jenjang S1 dan S2.

Unanda merupakan universitas milik Wija To Luwu yang mendapat dukungan kuat dari pemerintah daerah se-Luwu Raya dan Kedatuan Luwu serta dikelola Yayasan Tociung Luwu.

Dengan jumlah alumni yang cukup besar, Unanda dinilai memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang dibutuhkan daerah.

Hasbi mengatakan, tantangan perguruan tinggi saat ini tidak hanya menyangkut pembangunan sarana dan prasarana.

Kualitas akademik, kompetensi dosen, penelitian, inovasi, digitalisasi, tata kelola, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja juga harus terus diperkuat.

Karena itu, menurutnya, dukungan terhadap fasilitas kampus harus dilihat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.

Pengaspalan halaman rektorat, misalnya, secara langsung memberikan fasilitas yang lebih nyaman dan mendukung aktivitas civitas akademika.

Namun, Hasbi berharap dukungan semacam itu dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan Unanda.

Dorong Kolaborasi untuk Pendidikan

Rektor Unanda, Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dukungan Hasbi Syamsu Ali.

Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dibutuhkan untuk memperkuat keberadaan Unanda sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Luwu Raya.

Dukungan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, baik melalui pengembangan sarana dan prasarana maupun kerja sama dalam bidang akademik, penelitian, pengembangan kompetensi mahasiswa dan berbagai program lainnya.

Hasbi juga mengajak masyarakat, dunia usaha, pemerintah, alumni dan tokoh daerah untuk mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

Ia menilai perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri jika ingin berkembang menjadi institusi pendidikan yang unggul dan mampu bersaing secara nasional.

Menyiapkan Generasi Masa Depan

Hasbi yang juga merupakan Koordinator Sulawesi Selatan Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonom Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya mengatakan, kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan kawasan tersebut.

Menurut dia, Luwu Raya memiliki potensi sumber daya alam, ekonomi dan sosial yang besar. Namun, seluruh potensi tersebut membutuhkan manusia yang memiliki kapasitas untuk mengelolanya secara produktif dan berkelanjutan.

“Yang akan mengelola semua potensi daerah ini adalah manusia. Karena itu, pendidikan harus kita dukung bersama,” ujarnya.

Ia berharap Unanda terus berkembang dan mampu memperluas kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia di Luwu Raya.

Dukungan pengaspalan halaman rektorat menjadi salah satu bentuk partisipasi Hasbi dalam pengembangan fasilitas kampus. Meski sederhana, langkah tersebut menurutnya merupakan bagian dari kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Sebab, membangun perguruan tinggi pada akhirnya bukan hanya soal mendirikan gedung atau memperbaiki fasilitas. Lebih jauh dari itu, kampus adalah tempat menyiapkan generasi yang akan menentukan arah masa depan daerah. (*)